Jembatan Sepanjang 413 Meter Rusak Diterjang Longsor

BPBD Simalungun menganggarkan dana Rp150 juta dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) 2023 dalam masa perbaikan bahu jalan yang amblas di Nagori Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. (Foto: PARBOABOA/Putra)

PARBOABOA, Simalungun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun menganggarkan Rp150 juta untuk perbaikan bahu jalan yang amblas di Nagori Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Rudy Erwandy Saragih mengatakan, pengerjaan sudah tahap pembongkaran konstruksi jembatan, di mana yang lama tergerus longsor. 

"Ada yg longsor di badan jalan, dekat jembatan awal Januari 2023, " katanya kepada Parboaboa, Sabtu (18/03/2023).

Rudy menjelaskan penyebab terjadinya tanggul longsor salah satunya karena debit air sungai yang tinggi, membuat tanggul tergerus oleh aliran air, lalu berdampak pada talut badan jembatan sepanjang 413 meter persegi, tebing 20 meter persegi dan jalan 10 meter persegi.

"Debit air sangat tinggi sehingga meluber, dan karena tanah kita tanah pasir maka ini sangat riskan sekali untuk longsor," ucapnya.

Ia menuturkan, pembangunan badan jembatan untuk Tanjung Pasir berbentuk talud, merupakan dinding yang terbuat dari beton atau batu kali yang disusun sebagai penahan tanah. 

"Talud berfungsi untuk mencegah terjadinya erosi, akibat kecepatan arus air yang deras sehingga tidak membahayakan lingkungan sekitarnya," terangnya.

Rudy melanjutkan, perbaikan dengan masa kontrak kerja dimulai 27 Februari 2023 hingga 150 hari kelender atau sekitar lima bulan oleh Kontraktor CV. Bina Karya. Jumlah pekerjanya 30 orang setiap hari agar pembangunan talut pengaman longsor cepat selesai dan akses jalan yang terputus kembali terhubung. 

Ia berharap dapat melindungi warga yang bertempat tinggal di sekitar kawasan tersebut terlindungi dari bahaya longsor yang mengancam. "Kita minta sebanyak-banyaknya. Tentunya sesuai kondisi dan kebutuhan lapangan," ungkapnya.

Dana perbaikan dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Pemkab Simalungun yang memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023.

Terpisah konfirmasi, Pengamat Lembaga Survei Indonesia, Elfenda Ananda. Dia mengingatkan pentingnya pembangunan ini agar segera dilaksanakan, sebagai upaya mengantisipasi bencana alam longsor dan kerusakan di sekitarnya. Semua lapisan masyarakat yang di Kabupaten Simalungun harus aktiv mengawasi pengerjaannya.

Ia menjelaskan BPBD Simalungun juga harus memberikan informasi pengerjaan proyek itu seperti tertuang dalam aturan yakni memasang plank besaran nominal anggarannya atas pihak ketiga yang mengerjakan.

"Masyarakat juga memberi apresiasi atas keseriusan tersebut terutama memastikan anggaran tersebut benar-benar bermanfaat nantinya bagi masyarakat," pungkasnya. 

Editor: RW
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS