Presiden Jokowi (Asiatoday.id)

Jokowi Marah Banyak Kementerian dan BUMN Gunakan Produk Impor, Ucap Bodoh Hingga Ancam Reshuffle

Dimas | Politik | 26-03-2022

PARBOABOA, Jakarta –  Dalam acara Afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang digelar di Bali pada Jumat (25/3/2022), Presiden Jokowi menumpahkan kemarahannya saat berpidato di hadapan para Menteri, Kepala Daerah, dan BUMN.

Kemarahan Jokowi disebabkan banyaknya kementerian yang masih mengimpor produk luar untuk kegiatan operasional di masing-masing instansi.

Saking marahnya, Jokowi sempat beberapa kali mengucapkan kata “bodoh” hingga melarang hadirin untuk bertepuk tangan dalam pidatonya tersebut.  

Mulanya, Jokowi menyampaikan realisasi pengadaan barang dan jasa dari dalam negeri yang terbaru, yaitu Rp214 triliun per hari ini. Angka tersebut setara dengan 14 persen dari total anggaran yang sebesar Rp1.481 triliun.

Jokowi menjelaskan anggaran untuk pengadaan barang dan jasa begitu besar tahun ini. Rinciannya, anggaran pusat sebesar Rp526 triliun, daerah Rp535 triliun, dan badan usaha milik negara (BUMN) Rp420 triliun.

"Ini uang besar sekali, tidak pernah kita lihat dan ini kalau digunakan 40 persen saja (untuk pengadaan barang dan jasa dari dalam negeri), maka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan kementerian dan BUMN tak perlu repot-repot mencari investor untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Menurutnya, ekonomi RI akan otomatis tumbuh jika seluruh anggaran pengadaan barang dan jasa ikut dirasakan oleh pelaku UMKM.

"Tidak perlu cari investor, kita diam saja, tapi konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UMKM-UMKM kita. Bodoh sekali kalau tidak lakukan ini," katanya.

Menurut Jokowi, tanpa impor, banyak produk-produk yang bisa dibuat sendiri di dalam negeri. Dengan berbelanja produk sendiri, pastinya lapangan pekerjaan semakin terbuka lebar.

“Berarti akan ada investasi, berarti membuka lapangan pekerjaan tadi sudah dihitung, bisa membuka 2 juta lapangan pekerjaan. Kalau ini tidak dilakukan, sekali lagi bodoh banget kita ini,” ucap jokowi.

Pernyataan presiden itu disambut tepuk tangan para menteri dan kepala daerah yang hadir.

Namun, Jokowi langsung meminta para undangan untuk tidak memberikan tepuk tangan.

“jangan tepuk tangan” tegasnya.

Jokowi lantas menyinggung sejumlah menteri yang instansinya masih banyak melakukan impor.

Salah satunya Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Jokowi soroti impor tempat tidur rumah sakit dan alat kesehatan.

"Alkes, menteri kesehatan, tempat tidur untuk rumah sakit, produksi saya lihat ada di Yogyakarta, Bekasi, Tangerang. (Tapi) masih impor, mau diteruskan? Mau saya umumkan kalau saya jengkel," katanya.

Lalu, impor alat pertanian. Kegeraman terjadi saat Jokowi menanam jagung di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) kemarin. Saat itu Jokowi menemukan traktor yang sebenarnya tidak berteknologi tinggi dibeli dari luar negeri.

"Alat mesin pertanian, traktor tak berteknologi tinggi saja impor, jengkel saya," ujarnya.

Selanjutnya, Jokowi meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin mengawasi produk impor yang masuk ke Indonesia. Ia mewanti-wanti produk impor tersebut jangan sampai dicap merupakan produk buatan dalam negeri.

"Saya minta Jaksa Agung, jangan sampai ada barang-barang impor masuk ke sini dicap produk dalam negeri," katanya.

Terakhir, Jokowi mengingatkan para menteri agar tak lagi melakukan impor. Sesuai kewenangannya, Jokowi juga tegaskan akan mengganti menteri yang kinerjanya tak baik.

"Kementerian sama saja (banyak yang menggunakan produk impor), tapi itu bagian saya itu. Reshuffle, udah heeeh (menghela nafas) saya itu, kayak gini enggak bisa jalan," kata Jokowi.

Tag : #jokowi    #marah    #politik    #menteri    #bumn    #reshuffle   

Baca Juga