Jokowi Nilai Kemenkes Cari Cara Termudah untuk Cegah Stunting dengan Bagi-bagi Biskuit

Presiden Jokowi meminta Kemenkes hentikan program bagi-bagi biskuit bayi untuk cegah stunting, karena kebutuhan gizi anak-anak dapat dipenuhi dengan protein hewani. (Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

PARBOABOA, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menegur Kementerian Kesehatan yang membagi-bagikan biskuit untuk mencegah stunting. Jokowi menilai, Kemenkes mencari cara termudah untuk mencegah gizi buruk pada anak. Padahal, menurutnya, gizi anak-anak dapat terpenuhi dari konsumsi protein hewani, mulai dari telur,daging, hingga ikan.  

Jokowi mengatakan, selama ini pemberian ikan jarang dilakukan karena gampang busuk. Namun, Jokowi menegaskan, kedepannya hal tersebut harus dilakukan demi memenuhi gizi anak Indonesia. Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan tidak ingin lagi melihat adanya program menyalurkan bantuan biskuit di masa mendatang.

"Kalau telur, ikan, kan gampang busuk. Gampang rusak. Ini cari mudahnya saja, jangan dilakukan lagi. Kalau anaknya, bayinya harus diberikan telur ya telur, dengan ikan ya ikan," ucapnya saat berbicara di acara BKKBN, Rabu (25/1/2023).

Stunting merupakan gagal tumbuh tinggi pada anak akibat kurang gizi. Lazimnya, stuting ditandai dengan tinggi badan anak yang berada di bawah standar. Namun, stunting ini juga bisa menyebabkan perkembangan otak.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan, angka stunting di Indonesia pada tahun 2022 berada di 21,6 persen turun 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Indonesia menargetkan pada tahun 2024 mendatang, stunting di tanah air harus berada di angka 14 persen.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS