Kapolres Madina-Dandim Tapsel Bantah Isu Lepas Paksa Mafia Tambang

Kapolres dan Dandim saat menggelar pers rilis di Mapolres Madina (Foto: Polres Madina)

PARBOABOA, Mandailing Natal – Isu sejumlah oknum TNI yang disebut berupaya melepaskan paksa mafia tambang ilegal dari sel tahanan Mapolres Mandailing Natal (Madina) menjadi sorotan. Isu itu kemudian di bantah oleh pihak TNI dan Kepolisian.

Kapolres Madina AKBP, Reza, mengatakan kejadian yang sedang viral itu berawal dari adanya laporan masyarakat tentang praktik penambangan liar di daerah aliran sungai wilayah Kecamatan Batang Natal. Kemudian laporan itu pun ditindak oleh penyidik dan mengamankan empat orang yang diduga melakukan penambangan.

"Kemudian ditindaklanjuti oleh penyidik Direktorat Krimsus Polda Sumatera Utara dengan melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan tersebut penyidik menemukan empat orang yang diduga melakukan penambangan liar," ujar Reza saat menggelar konferensi pers di Mapolres Madina, Kamis (1/12).

Empat pelaku yang ditangkap yakni berinisial A selaku pelaksana kegiatan di lapangan, I selaku manajer operasional, H selaku operator dan S sebagai pemilik lahan.

Selanjutnya, penyidik Polda Sumut meminjam ruangan Satreskrim Polres Madina untuk memeriksa para pelaku. Saat itulah ada anggota TNI mendatangi Polres Madina.

Namun tujuan mereka bukan untuk melepaskan tahanan, melainkan memberikan dukungan pengungkapan praktik tambang liar tersebut.

“Terkait kehadiran TNI dan ada juga Dandim pada malam kemarin itu, adalah suatu bentuk support dan bantuan, dukungan dari TNI khususnya, dari Bapak Dandim 0212 Tapsel dalam hal membantu tugas pokok Polri dalam hal pendalaman, pengembangan, untuk mencari barang bukti,” jelas dia.

Berkat adanya dukungan Dandim, polisi turun ke lapangan untuk pengamanan barang bukti penambangan liar berupa 1 unit ekskavator.

“Untuk informasi sementara hanya seperti itu, yang viral kemarin itu tidak ada yang namanya penjemputan paksa, tidak ada anarkis,” kata Reza.

Terkait keberadaan empat pelaku penambangan liar itu, Reza mengatakan hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan.

“Jadi keempat pelaku yang diamankan itu dibawa bersama-sama, antara penyidik Ditreskrimsus bersama TNI. Dalam hal ini unit Intel, untuk dilakukan pengembangan dan pendalaman mencari barang bukti, dari pelaku lainnya, yang terlibat,” ungkapnya

Sementara itu, Dandim 0212 Tapsel, Letkol Inf Amrizal Nasution, juga memastikan tidak ada gesekan antara TNI dan Polri.

“Jadi tidak benar, ada yang namanya jemput paksa atau tarik paksa dan sebagainya. Hubungan kita dan Polres baik-baik saja, bahkan kita sering duduk sambil ngopi,” kata Amrizal.

Amrizal mengakui dirinya mengunjungi Polres Madina. Namun kunjungan itu dalam rangka koordinasi dan memberi dukungan pemberantasan penambangan liar.

“Ada juga yang menanyakan ngapain Dandim ke Polres? Loh, masa sih nggak boleh main-main ke sini. Satu, ada hubungan FKPD, kedua ada hubungan adik, kakak, atau senior junior, kan gitu. Bukan hanya ke Polres Madina aja saya, ke Polres Sidempuan, Polres Tapsel dan Paluta,” tutup dia.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS