Kominfo Minta UMKM Garap Perangkat IoT

Ilustrasi

PARBOABOA – Sudah waktunya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masuk dan mengadopsi teknologi dan masuk dalam ekosistem internet of things (IoT) untuk mengembalikan perannya sebagai salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.

Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), Kementerian Komunikasi dan Informatika Mulyadi menyampaikan bahwa UMKM perlu dipersiapkan untuk memasuki era digital agar tidak tertinggal di masa depan.

“ IoT merupakan salah satu teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha UMKM yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya,” ujarnya dalam Seminar Solusi Internet of Things untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dilaksanakan di Yogyakarta.

Setiap UMKM memiliki karakteristik dan masalah sendiri, sehingga sebelum menerapkan IoT, penting bagi pelaku UMKM dan penyedia solusi IoT untuk dapat mengenali masalah dan kebutuhan sehingga dapat menghasilkan solusi IoT yang tepat guna.

I Wayan Mustika, Pakar IoT Universitas Gadjah Mada mengatakan implementasi perangkat IoT bagi UMKM sudah menjadi kebutuhan, apalagi dari sisi biaya saat ini tidak akan menjadi masalah karena banyak solusi IoT untuk UMKM di berbagai sektor yang dibuat oleh pelaku usaha IoT di level UMKM.

Agung Kurniawan, General Manager Business Development & SCM PT E-T-A Indonesia, salah satu pemenang kompetisi IoT Creation 2021 mengatakan peluang bisnis bagi UMKM sebagai penyedia solusi IoT sangat besar terutama untuk perangkat, dimana saat ini sebagian besar masih impor.

Para makers juga bisa menjadi UMKM yang menyediakan solusi bagi UMKM.

“Paling penting di konsep bisnis yang dapat diterima oleh pasar. Saat ini UMKM tidak perlu berivestasi di teknologi dalam jumlah besar karena mereka bisa menggunakan model bisnis sewa, membayar sesuai dengan manfaat teknologi yang dinikmati,” ujar Agung.

Ketua Umum Asosiasi Internet of Things Indonesia Teguh Prasetya menambahkan UMKM ke arah digital dengan pemanfaatan teknologi industri 4.0, salah satunya internet of things. Solusi IoT bagi UMKM memiliki dua peluang.

Pertama, peluang menjadi UMKM penyedia solusi IoT. Kedua, peluang bagi UMKM untuk mengadopsi solusi IoT sehingga bisnisnya bisa berkembang lebih cepat dengan efisiensi yang diperoleh setelah implemetasi solusi IoT

Teguh Prasetya juga mengatakan ada tiga sektor IoT yang tumbuh pesat selama pandemi, yaitu kesehatan, pertanian, dan energi.

"Pertama, digital healthcare ini dipaksa untuk tumbuh dengan demikian pesat, contohnya thermal detection yang sedang dibutuhkan oleh pasar ritel. Selanjutnya, remote monitoring di bidang pertanian juga tumbuh dengan pesat karena sulit mengirimkan orang sehingga data monitoring semuanya diambil dan dikirim dengan sensor-sensor IoT yang dibenamkan di sana," ujarnya.

Teguh menambahkan bahwa peran asosiasi dan pemerintah saat ini saling bahu membahu sebagai fasilitator dan akselerator untuk mendorong kompetensi bidang IoT sesuai dengan visi ASIOTI untuk menciptakan ekosistem teknologi, khususnya inovasi IoT yang akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Group Head Enterprise Product and Marketing XL Axiata, Sharif Lukman Mahfoedz menjelaskan potensi IoT berkembang saat ini sangat besar selama solusi yang ditawarkan bisa menjawab kebutuhan perusahaan saat ini yang terbagi dalam tiga tahapan.

Hal pertama, menurut Sharif berkaitan dengan solusi yang membantu perusahaan beroperasi secara efektif dan aman, karena bisnis harus bisa berjalan lancar di tengah era adaptasi kebiasaan baru dengan meningkatkan protokol kesehatan.

“Kedua, solusi yang meningkatkan efisiensi karena perusahaan harus meningkatkan proses bisnis mereka untuk mengurangi biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan layanan,” ungkapnya.

Ketiga, inovasi yang terukur dan inklusif karena semua sektor saat ini bermigrasi ke digital dan hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan solusi IoT.

"Banyak peluang menciptakan inovasi baru di tengah kebutuhan yang mendesak. Kami pun secara internal telah menerapkan berbagai solusi yang mendukung berjalannya kegiatan usaha dengan lebih efisien, aman, dan efektif," ujar Sharif.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS