Korban Gusuran Kampung Bayam Dangdutan di Depan Balai Kota Menuntut Kepastian Tempat Tinggal

Penulis : Rini | Metropolitan | 01-12-2022

Warga calon penghuni Kampung Susun Bayam menuntut PT Jakarta Propertindo dan Pemprov DKI segera memberikan kunci hunian. (Foto: Parboaboa/Rini)

PARBOABOA, Jakarta – Warga korban gusuran Kampung Bayam, Jakarta Utara menyerbu Balai Kota DKI Jakarta guna menuntut kepastian tempat tinggal yang dijanjikan. Diiringi musik dangdut yang kencang, para demonstran berteriak menyampaikan aspirasi atas tanah yang direbut untuk pembangunan Jakarta Internasional Stadion (JIS), Kamis, (01/11/2022).

Pantauan Parboaboa, massa aksi terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak, dan beberapa anak-anak yang berkumpul di bawah tenda biru. Warga kompak mengenakan pakaian berwarna biru dan menggunakan boneka Mampang. Alat masak ikut dibawa untuk memeriahkan suasana.

“Kami tidak butuh saweran, kami butuh hak kami,” teriak salah seorang warga di antara kerumunan pendemo.

Ketua Koperasi Persaudaraan Warga Kampung Bayam, Asep Suwenda mengatakan, aksi dilakukan karena belum ada kejelasan kapan serah terima kunci Kampung Susun Bayam akan dilakukan. Saat ini ada 135 warga gusuran Kampung Bayam yang terdampak dan masih tinggal di tenda darurat serta rumah kontrakan.

Asep mewakili warga meminta agar segera diperbolehkan masuk ke Kampung Susun Bayam. “Kita juga pengennya masuk dululah ke dalam, mengenai hal hal teknis, seperti sewa bisa dibicarakan setelah warga dapat hunian,” katanya.

Asep berharap pemerintah memberikan harga semurah-murahnya, karena kebanyakan warga kampung bayam tidak memiliki penghasilan tetap, karena rata-rata berprofesi sebagai buruh serabutan.

Sekitar pukul 13.00 wib, pihak Balai Kota akhirnya sepakat untuk melakukan mediasi dengan 5 orang warga. Hingga berita ini ditulis, proses mediasi warga dengan warga masih berlangsung.

Informasi dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengembang, Kampung Susun Bayam hunian yang disediakan pemerintah sebagai pengganti tempa tinggal warga gusuran yang terdampak pembangunan JIS.

Kampung Susun Bayam dibangun dalam kurun waktu empat bulan 20 hari sejak 7 Mei 2022 lalu, di area seluas 17.354 meter persegi, terdiri dari tiga tower dan empat lantai yang berjumlah 138 unit hunian.

Setiap unit memiliki luas 36 meter persegi dengan bentuk ruangan terdiri dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, ruang keluarga, teras (balkon) dan ruang cuci pakaian.

Kampung Susun Bayam sudah diresmikan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada Rabu (12/10/2022) lalu. Hanya saja, warga belum menerima kunci bangunan, karena terjadi ketidaksepakatan dalam hal tarif sewa. Pihak pengembang menetapkan harga sewa Rp1,5 juta dan besaran itu dianggap terlalu tinggi.

Informasi terbaru, Jakpro menurunkan biaya sewa menjadi Rp765 ribu per bulan, sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 55/2018. Hanya saja, sebagian warga masih menolak harga sewa baru dan memilih tinggal di tenda yang mereka bangun di pintu masuk Kampung Susun Bayam.

Editor : -

Tag : #Kampung Bayam    #Balai Kota    #Metropolitan    #Jakarta Utara    #Jakarta Pusat   

Baca Juga