Korban Kebakaran Hutan di Hawaii Bertambah Jadi 80 Orang

Kebakaran hutan dahsyat di Kota Lahaina, Pulau Maui, Hawaii. (Foto: X/@HawaiiTings)

PARBOABOA, Honolulu - Korban tewas dalam kebakaran hutan dahsyat di Kota Lahaina, Pulau Maui, Hawaii, AS menurut pejabat Maui County dalam update regulernya bertambah jadi 80 orang. Kerugian materiil diprediksi mencapai miliaran dolar lantaran 80 persen kota hancur.

Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) mengatakan biaya yang dibutuhkan untuk membangun kembali kota mencapai 5,5 miliar dolar. Lebih dari 1.000 bangunan hangus dan rata dengan tanah hampir di seluruh kota.

Sementara korban terdampak kebakaran hutan ini mencapai 1.418 orang. Mereka kini berada di tempat-tempat penampungan evakuasi darurat.

Para pejabat lokal menyebut ada banyak faktor yang memperburuk bencana kebakaran hutan dii Pulau Maui. Di antaranya kegagalan jaringan komunikasi, hembusan angin kencang imbas badai lepas pantai. 

Selain itu jarak dari kebakaran hutan yang mencapai puluhan mil. Kondisi itu membuat hampir tidak mungkin untuk berkoordinasi secara real time dengan badan manajemen darurat yang biasanya mengeluarkan peringatan dan perintah evakuasi.

Gubernur Hawaii, Josh Green menyebut tingginya jumlah korban tewas dalam kebakaran hutan di pulau tersebut menjadinya sebagai bencana alam terburuk di Hawaii dalam sejarah. Jumlah korban tewas saat ini telah melampaui tsunami 1961 yang menewaskan 61 orang. 

Kebakaran hutan di Pulau Maui terjadi pada Selasa (8/8/2023) lalu. Api dengan sangat cepat menyebar ke seluruh kota dan membuat banyak warga tidak siap dengan situasi darurat.  

Presiden AS, Joe Biden menyebut peristiwa di Hawaii ini sebagai bencana besar. Kepada Gubernur Green, Biden menyatakan belasungkawa yang mendalam atas hilangnya nyawa dan kehancuran besar-besaran tanah dan properti.

Editor: Umaya khusniah
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS