Antrian panjang saat membeli bahan bakar di Lebanon

Krisis Ekonomi Lebanon Semakin Parah

rini | Internasional | 09-07-2021

Situasi krisis ekonomi di Lebanon semakin parah hingga membuat negara ini disebut bagai 'neraka' oleh warganya sendiri. Hiperinflasi dan kelangkaan berbagai kebutuhan pokok membuat situasi di Lebanon semakin tak tertahankan bagi warganya.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (9/7/2021), sekitar 6 juta warga Lebanon tengah menghadapi realita baru di mana keseharian mereka diwarnai kelangkaan dan kekurangan berbagai bahan pokok termasuk obat-obatan, bahan bakar dan suku cadang untuk mobil. Lebanon diketahui sangat bergantung pada impor.

Krisis ekonomi yang dihadapi Lebanon dalam beberapa tahun terakhir diakui Bank Dunia sebagai salah satu yang terburuk dalam 150 tahun.

Pada hari Selasa (1/6), Bank Dunia mengungkap bahwa sejak akhir 2019 Lebanon telah menghadapi tantangan yang rumit, termasuk krisis ekonomi dan keuangan. Belum lagi serangan pandemi Covid-19 hingga ledakan di pelabuhan Beirut tahun lalu yang dianggap jadi salah satu ledakan non-nuklir terbesar dalam sejarah.

Bahkan krisis ekonomi Lebanon ini telah membuat mata uang kehilangan 90% dari nilainya, hingga 77% rumah tangga kekuangan bahan pangan.

Penduduk Lebanon sekarang menghabiskan berjam-jam dalam antrean panjang di pom bensin untuk membeli bahan bakar. Mereka berjuang dengan pemadaman listrik hingga 22 jam sehari dan kekurangan medis yang parah.

Perdana Menteri (PM) sementara Lebanon, Hassan Diab, mengungkapkan,

Saya memohon melalui Anda kepada para Raja, Pangeran, Presiden dan para pemimpin negara-negara sahabat, dan saya menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-bangsa dan seluruh lembaga internasional, komunitas internasional dan opini publik global untuk membantu menyelamatkan warga Lebanon dari kematian dan mencegah kematian Lebanon"

Qatar sebagai negara kaya raya kemudian bereaksi. Pemerintah negara yang beribu kota Doha itu berjanji akan membantu meringankan beban militer dengan membantu mengirimkan makanan 70 ton tiap bulan kepada pasukan Lebanon.

Pemerintah Israel menawarkan bantuan kemanusiaan untuk Lebanon yang tengah diselimuti krisis ekonomi parah. Seperti dilansir The Times of Israel, Jumat (9/7/2021), kantor Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Benny Gantz, dalam pernyataan pada Selasa (6/7) waktu setempat mengungkapkanIsrael telah menawarkan bantuan untuk Lebanon di masa lalu dan sekarang juga kita siap bertindak dan mendorong negara-negara lain untuk mengulurkan tangan membantu Lebanon agar Lebanon kembali berkembang dan keluar dari situasi krisis," imbuhnya

Tag : #internasional   

Baca Juga