Lakukan Pelanggaran Financial Fair Play, Manchester United Didenda Rp5 Miliar oleh UEFA

Manchester United (MU) telah dikenakan denda oleh UEFA atas pelanggaran minor terhadap aturan Financial Fair Play (FFP). Konfederasi sepak bola Eropa tersebut memberikan sanksi berupa denda sebesar 300 ribu euro atau sekitar Rp5 miliar kepada klub tersebut. (Foto: Instagram/@manchesterunited)

PARBOABOA – Manchester United (MU) telah dikenakan denda oleh UEFA atas pelanggaran minor terhadap aturan Financial Fair Play (FFP). Konfederasi sepak bola Eropa tersebut memberikan sanksi berupa denda sebesar 300 ribu euro atau sekitar Rp5 miliar kepada klub tersebut.

MU adalah salah satu dari beberapa klub yang menerima sanksi dari UEFA terkait aturan FFP antara tahun 2019 dan 2022. MU merasa kecewa dengan sanksi tersebut.

Namun, MU menerima denda atas apa yang disebut sebagai pelanggaran kecil terhadap aturan Financial Fair Play sebelumnya. Dalam penjelasannya, MU menyebutkan bahwa ini terkait dengan kerugian yang dialami selama pandemi COVID-19.

"Ini mencerminkan perubahan pendekatan UEFA dalam mengakui kerugian yang diakibatkan oleh COVID-19 selama periode pelaporan pada tahun 2022, yang memungkinkan kami untuk hanya mengakui 15 juta euro dari total kerugian pendapatan sebesar 281 juta euro akibat pandemi dalam perhitungan FFP," demikian pernyataan MU seperti yang dilansir oleh BBC Sport.

Barcelona Juga Mendapatkan Denda

Selain Manchester United (MU), Barcelona juga dikenakan denda oleh UEFA. Klub Catalan tersebut dikenai denda sebesar 500 ribu euro atau sekitar Rp8,4 miliar.

UEFA menyatakan bahwa Barcelona bersalah pada tahun 2022 karena salah melaporkan keuntungan dari pelepasan aset non-berwujud, selain transfer pemain, yang tidak dianggap sebagai pendapatan yang relevan sesuai dengan regulasi.

Klub Raksasa Eropa Dalam Pemantauan UEFA

Sementara itu, beberapa klub Eropa seperti AC Milan, Besiktas, Inter Milan, Marseille, AS Monaco, PSG, dan AS Roma dikatakan telah mematuhi aturan FFP pada tahun 2022.

Namun, UEFA menyatakan bahwa mereka akan terus memantau kepatuhan klub-klub tersebut terhadap kesepakatan penyelesaian selama musim mendatang.

Editor: Michael
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS