Megawati Soekarnoputri bersama Presiden Jokowi dalam sebuah acara di JCC, Jakarta, 10 Januari 2017.

Megawati Bersedih Karena Banyak yang Hina Jokowi

maraden | | 18-08-2021

PARBOABOA, Jakarta Presiden ke- 5 RI Megawati Soekarnoputri mengaku pilu lantaran masih banyak orang yang sering menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sementara itu, baginya, Jokowi telah berjuang keras buat rakyat Indonesia.

Perihal itu disampaikan Megawati dikala membagikan sambutan dalam Peletakan Batu Awal Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Besakih, yang ditayangkan lewat kanal YouTube Pemprov Bali, Rabu( 18/ 8/ 2021).

"Coba amati Pak Jokowi ya. Aku suka nangis lho. Dia itu hingga kurus loh. Mikir mengapa? Mikir kita lho, mikir rakyat lho. Masak masih terdapat yang berkata Jokowi kodok-lah," kata Megawati sambil menangis. Suara Megawati terdengar tercekat.

Bagi Megawati, orang-orang yang menghina Jokowi itu tidak mempunyai moral. Ia juga menilai mereka itu pengecut.

"Orang itu betul-betul tidak memiliki moral. Pengecut aku bilang" ucapnya.

Megawati memohon orang- orang yang menjelekkan Jokowi agar bersikap lebih jantan. Ia memohon mereka berhadapan langsung dengan Jokowi.

"Coba langsung berhadapan, jantan kalian. Kita mesti jadi berkelakuan selaku masyarakat negeri yang memiliki etika moral. Jangan sembarangan," kata Megawati.

Megawati pula memohon orang-orang yang menghina presiden Jokowi agar berjumpa langsung dengan Jokowi. Ia memohon mereka menampilkan di mana kegagalan presiden yang selalu mereka katakan itu.

"Aku sangat pilu jika banyak orang kayaknya menjelekkan Pak Jokowi. Pak Jokowi gagal, pemerintah kita gagal. Aku cuma mau orang itu sesungguhnya datang baik-baik berjumpa dengan Pak Jokowi serta berkata kegagalannya di mana" tuturnya.

Lebih lanjut, Megawati berkata, di umur 76 tahun kemerdekaan, banyak masyarakat Indonesia yang mulai berpikir egosentris serta syirik. Baginya, banyak orang yang tidak senang saat ada orang bahagia.

"76 tahun suara-suara dari masyarakat bangsanya sendiri itu bagi aku semacam mulai menurun. Mulai berpikir egosentris, mulai memandang orang, jika orang bahasa Arab itu syirik. Kok jika orang bahagia dia tidak bahagia ya. Aneh buat aku," kata Megawati.

Bagi Megawati, bila mempunyai ketidaksukaan pada seorang, tidak sepatutnya kita menghujat. Ia juga mencontohkan dikala Presiden ke-2 RI Soeharto diturunkan serta setelah itu dihujat banyak orang.

"Kami kebetulan dididik oleh orang tua sangat luar biasa, diajari moral serta etika. Jika kalian ndak seneng sama orang, lebih baik kalian tidak usah menghujat. Kala Presiden Soeharto jatuh, orang maunya menghujat. Coba saja boleh tanya, aku bilang berhentilah menghujat Pak Harto, apakah kita bukan bangsa yang berkepribadian dengan Pancasila. Masa jika orang telah jatuh ditimpa tangga lagi semacam bapak aku ya. Ke mana kebesaran jiwa bangsa kita", tuturnya.

Tag : tokoh,politik,hukum,metropolitan,nasional

Berita Terkait