Pabrik mobil listrik di Luar Negeri.

Mei 2022, Indonesia Sudah Bisa Produksi Mobil Listrik

Maraden | Otomotif | 16-09-2021

PARBOABOA, Jakarta – Indonesia akan memulai produksi mobil listrik paling lambat pada Mei 2022 mendatang. Hal itu diungkap Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia di acara Groundbreaking Ceremony Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution, Rabu (15/9/2021)

Gebrakan industri otomotif di Indonesia tersebut sejalan dengan pabrikan asal Korea Selatan Hyundai yang bertekad untuk terus mempercepat proses pembangunan pabrik di wilayah Karawang, Jawa Barat sejalan dengan komitmen serta investasi yang ditandatangani pada November 2019 lalu.

"Alhamdulillah tahap pertama mobil listrik yang kami tandatangani, mulai pembangunan pada 2020 sekalipun pandemi covid-19. Paling lambat pada Mei  2022, Insya Allah sudah produksi," kata Bahlil dalam Groundbreaking Ceremony Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution, Rabu (15/9/2021).

Hyundai juga akan membentuk konsorsium yang terdiri atas perusahaan afiliasinya yaitu Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Energy Solution. Konsorsium itu yang bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk membangun pabrik sel baterai listrik di Karawang, Jawa Barat.

Pabrik yang membuat sel baterai itu akan memiliki kapasitas produksi sebesar 10 giga watt hour (GwH). Nantinya, baterai hasil produksinya tersebut akan memasok kendaraan listrik yang diproduksi oleh Hyundai.

"Jadi dari produksi yang 10 giga ini, dua tahun pertama kami izinkan untuk impor bahan baku. Setelah dua tahun, maka perusahaan wajib menggunkan bahan baku dari dalam negeri. Dengan demikian, volume impor secara nasional akan berkurang,” kata Bahlil.

Bahlil menyebut nilai investasi secara keseluruhan dari Korea Selatan meningkat dalam dua tahun terakhir. Dimana pada kuartal I 2021, Korea Selatan masuk dalam tiga besar negara yang menanamkan dana di Indonesia dengan nilai 9,8 milar dollar AS.

Sementara itu, dikesempatan terpisah, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Makmur, menyebut pembangunan pabrik Hyundai di Karawang itu sudah mencapai 99 persen. Pembangunanya tidak terpengaruh pandemi Covid-19. Bahkan kini, perseroan sedang melakukan tahapan persiapan untuk bisa langsung masuk ke tahap memproduksi kendaraan bermotor.

"Kita harapkan pabrik itu sesuai rencana bisa selesai pada akhir tahun ini, Pabrik itu sendiri, direncanakan bisa selesai pada akhir tahun ini.Mudah-mudahan tidak berubah, jadi di akhir tahun ini sudah bisa beroperasi," kata Makmur.

Tag : otomotif, mobil listrik, indonesia bikin mobil listrik, hyundai motors, menteri investasi

Berita Terkait