Memeluk Anak Ternyata dapat Meningkatkan Kecerdasan

Memeluk Anak Ternyata bisa Meningkatkan Kecerdasan (Foto:Foto: WensenSchool)

PARBOABOA, Jakarta - Keluarga yang sehat bisa digambarkan dengan rasa yang saling mencintai, baik antara pasangan maupun antara orang tua dan anak.

Ada berbagai cara untuk merawat kasih sayang dalam keluarga, salah satunya melalui pelukan.

Memeluk anak bukan hanya sebagai ekspresi kasih sayang, tetapi juga memiliki manfaat besar.

Pelukan dapat meningkatkan perkembangan emosional, kognitif, dan fisik anak-anak.

Sentuhan manusia, terutama dalam pelukan kasih sayang, juga berperan dalam mendorong pertumbuhan otak dan perkembangan tubuh yang sehat.

Menurut Psikolog klinis Nirmala Ika dari Universitas Indonesia, berpelukan dengan tulus antara orang tua dan anak dapat membuat anak merasa dicintai, diterima, dan membantu menyalurkan kebahagiaan.

Menurutnya, semua anak membutuhkan perasaan dicintai dan diterima. Pelukan dapat menjadi media untuk membuat mereka merasakan kasih sayang dan kebahagiaan.

Sementara menurut situs Scientific Reports, pelukan merupakan ekspresi kasih sayang dan perhatian yang diberikan orang tua kepada anak-anak mereka.

Oleh karena itu, memeluk anak merupakan tindakan penting yang signifikan dalam mempengaruhi perkembangan mereka.

Selain itu, ada manfaat lain dari memeluk anak seperti yang dilansir dari Parenting for Brain.

1. Membantu Anak Tumbuh Lebih Cerdas

Sentuhan manusia memainkan peran penting dalam perkembangan otak mereka.

Anak-anak membutuhkan berbagai rangsangan sensorik untuk tumbuh secara normal, di antaranya adalah kontak kulit melalui berpelukan, yang mendukung pertumbuhan otak yang sehat dan tubuh yang kuat.

2. Membantu Anak Tumbuh

Kontak fisik memiliki peran penting dalam pertumbuhan fisik anak.

Banyak penelitian menyimpulkan bahwa ketika anak-anak kurang mendapatkan kontak fisik, pertumbuhan tubuh mereka dapat terhambat meskipun mereka mendapat nutrisi yang cukup.

Kondisi ini dikenal sebagai gagal tumbuh, yang merupakan salah satu bentuk kekurangan pertumbuhan.

Kesehatan anak-anak yang mengalami gagal tumbuh dapat membaik dengan pemberian sentuhan dan pelukan yang penuh kasih dari orang dewasa/orang tua.

3. Menjaga Anak Tetap Sehat

Memeluk dan mencium anak Anda memiliki banyak manfaat kesehatan yang signifikan.

Pelukan dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mendukung proses penyembuhan.

Oksitosin, hormon yang dilepaskan selama pelukan, memiliki manfaat besar bagi tubuh kita.

Tingkat oksitosin yang lebih tinggi dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan mengurangi kadar hormon tiroid dalam darah dan mengurangi peradangan, sehingga mempercepat proses penyembuhan luka.

4. Menghentikan Amukan

Pelukan memiliki manfaat besar untuk kesehatan emosional anak.

Saat balita mengamuk, tidak ada yang bisa menenangkannya lebih cepat daripada pelukan hangat dari orang tua.

Meskipun banyak orang tua khawatir bahwa memeluk anak yang sedang mengamuk akan memberi perhatian sebagai imbalan atas perilaku buruknya, itu sebenarnya tidak benar.

Memeluk anak tidak sama dengan menyerah; sebaliknya, berpelukan tanpa menyerah membantu anak belajar mengatur dirinya sendiri.

5. Mempererat Hubungan

Pelukan dapat meningkatkan rasa percaya, yang merupakan kunci penting dalam membangun hubungan pribadi yang kuat.

Saat seseorang memeluk anak, hormon oksitosin dilepaskan.

Hormon ini tidak hanya dapat mengurangi rasa takut seseorang dan membuka diri terhadap risiko, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pada orang lain, yang sangat penting untuk memperbaiki hubungan interpersonal.

Selain itu, oksitosin juga berkontribusi pada perasaan aman anak, memperkuat ikatan antara orang tua dan anak.

Dampak Anak Jarang Dipeluk

Dikutip dari Mom Junction, anak yang kurang mendapatkan pelukan dari orang tuanya kemungkinan besar mengalami hal ini.

1. Kesulitan Mengidentifikasi Emosi

- Anak yang jarang dipeluk mungkin mengalami kesulitan dalam mengenali dan mengekspresikan emosi mereka sendiri.

- Pelukan membantu anak mengembangkan rasa empati, yang penting untuk memahami perasaan mereka sendiri dan orang lain.

2. Kurangnya Kepercayaan dan Trust Issue

- Pelukan merupakan bentuk kasih sayang dan kepercayaan dari orang tua.

- Anak yang tidak sering dipeluk mungkin mengalami kesulitan dalam mempercayai orang lain atau memiliki masalah kepercayaan (trust issue), terutama terhadap orang tua mereka sendiri.

3. Pertanyaan tentang Kasih Sayang

- Anak bisa merasa tidak yakin apakah orang tua mereka benar-benar menyayangi mereka jika jarang mendapatkan pelukan.

- Mereka mungkin merasa memiliki kelemahan yang membuat orang tua enggan memeluk mereka, yang bisa mempengaruhi persepsi diri mereka.

4. Kesulitan dalam Hubungan Sosial

- Anak yang jarang dipeluk berisiko mengalami kesulitan membentuk hubungan sosial yang sehat di masa depan.

- Ini bisa mengakibatkan penurunan rasa percaya diri dan harga diri, yang penting untuk perkembangan mereka secara menyeluruh.

Editor: Norben Syukur
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS