Mendulang Untung dari Bisnis Musiman Pernak Pernik Imlek

Sejumlah warga Tionghoa di Kota Medan mulai mencari pernak-pernik untuk perayaan Imlek yang jatuh 22 Januari 2023 mendatang. Meski permintaan barang mulai bergeliat, namun omzet penjualan belum meningkat sejak pandemi COVID-19 melanda, Rabu (11/01/2023). (Foto : Parboaboa/Isnaini Kharisma)

PARBOABOA, Medan - Perayaan Imlek sudah dekat. Pedagang musiman yang menjual pernak pernik Tahun Baru China 2023 memanfaatkan momen itu untuk mendulang untung.  

Salah satu pedagang di Pasar Ramai di Jalan Thamrin Medan, Steven mengatakan, tahun ini perayaan Imlek bertemakan Shio Kelinci, aksesorisnya disesuaikan. Dia menjual beragam pernak-pernik, mulai dari angpao, hiasan dinding, gantungan untuk pohon bergambar kelinci, lampion kecil, kantong rejeki untuk hiasan mobil. 

Steven sudah berjualan 20 tahun di Pasar Ramai mengakui, di tahun ini saat pandemi COVID-19 mulai melandai, permintaan dari pembeli kembali meningkat. Harga yang dijualnya bervariasi, mulai dari Rp10.000-Rp25.000 untuk angpao, lampion satu set isi 2 seharga Rp300.000, kantong rejeki seharga Rp35.000. 

"Pembeli pun mulai banyak mencari aksesoris sejak pertengahan Desember 2022 lalu," katanya kepada Parboaboa di Medan, Rabu (11/01/2023).

Steven menjelaskan, untuk memenuhi permintaan pernak pernik yang tinggi, penjual banyak memasok barang dari luar negeri.

"Mulai dari tahun lalu, banyak pedagang pernak-pernik yang belanja ke luar negeri seperti ke China untuk memasok langsung barang-barang. Selain dari China, pasokan barang juga banyak diambil dari Kota Medan," jelasnya.

Meski permintaan dari masyarakat Tionghoa mulai mengalami peningkatan, Steven mengaku omzet belum mengalami perubahan, bahkan cenderung menurun dibandingkan sebelum pandemi COVID-19 melanda Indonesia.

"Biasanya sebelum pandemi, omset penjualan bisa mencapai Rp30 juta per hari. Kini hanya sekitar Rp8 juta - Rp10 juta per hari," ungkap Steven.

Hal yang sama pun diutarakan pedagang lain, Arita. Dia menyebut, pembeli pernak-pernik Imlek mulai kembali ramai sejak angka penularan COVID-19 menurun dan PPKM dihentikan.

"Tahun ini kami menjual berbagai macam hiasan untuk Imlek. Mulai dari angpao, keset kaki, gantungan pohon, dompet uang, stiker untuk buah dan lainnya. Harganya pun berkisar dari Rp10.000 hingga Rp50.000. Tergantung pembeli mencari produk apa," katanya.

Arita menambahkan, untuk omzet penjualan pernak-pernik Imlek di tahun belum dapat dipastikan, namun pergerakannya belum mengalami peningkatan signifikan.

"Selain untuk perayaan Imlek, kami juga menjual berbagai barang untuk kebutuhan pernikahan seperti hiasan dinding dan hiasan pohon. Maka itu, biarpun Imlek nanti usai, sejumlah barang bergambar kelinci masih banyak diincar pembeli," pungkasnya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS