5 Misteri Segitiga Bermuda yang Berhasil Dijelaskan secara Ilmiah, Semua Hanya Mitos Belaka?

Misteri Segitiga Bermuda (Foto: news.com.au)

PARBOABOA - Misteri Segitiga Bermuda telah lama menggelitik jutaan orang karena dianggap belum terpecahkan hingga saat ini.

Tetapi satu persatu dari misteri itu ditepis oleh para ilmuwan yang mengklaim bahwa misteri Segitiga Bermuda mengenai hilangnya pesawat dan kapal terpecahkan untuk sekali dan selamanya.

Segitiga Bermuda sendiri adalah sebutan untuk sebuah wilayah yang berada di sisi barat Samudra Atlantik Utara. Sesuai namanya, tedapat tiga titik yang menandai area ini, yaitu di dekat Miami di Florida, Amerika Serikat – Bermuda – dan Puerto Rico.

Nah, berikut ini Parboaboa telah merangkum informasi seputar misteri Segitiga Bermuda yang berhasil dijelaskan secara sains. Kali ini fakta ilmiah menjawab secara objektif dan terbuka sesuai realita yang ada. Apa saja kah itu? Mari simak sampai selesai!

1. Penyebab Hilangnya Pesawat dan Kapal di Segitiga Bermuda

(Foto: Pupularmechanics.com)

Salah satu misteri yang paling populer adalah hilangnya pesawat dan kapal yang melintas di atas Segitiga Bermuda.

Menurut Karl Kruszelnicki dari University of Disney, misteri hilangnya pesawat dan kapal di Segitiga Bermuda bukan karena faktor supernatural, tetapi karena kesalahan manusia (Human Eror) dan cuaca buruk.

Para ilmuwan lainnya juga mengklaim bahwa penyebab dari itu semua karena adanya “Killer Clouds” atau awan-awan pembunuh.

Fenomena killer clouds ini menyebabkan angin mematikan berkecepatan 273,6 km/jam yang mereka gambarkan sebagai bom udara yang sewaktu-waktu bisa meledak.

Mereka percaya bahwa ledakan-ledakan di udara tersebut yang mampu membalikkan kapal dan juga menenggelamkan pesawat ke dasar laut.

Selain itu, Segitiga Setan ini juga menjadi salah satu wilayah di bumi yang sering mengalami badai tropis dan angin topan. Padahal, Segitiga Bermuda menopang lalu lintas harian yang padat, baik melalui laut maupun udara. Pantas saja banyak kapal dan pesawat yang tenggelam di sini.

Hal ini sejalan dengan penjelasan Aviation Safety Netword dan U.S. Coast Guard (USCG) pada tahun 2016 silam. Mereka memaparkan jika penyebab fenomena yang terjadi di Segitiga Bermuda karena cuaca pada daerah itu termasuk dalam aktivitas yang ekstrem seperti angin topan atau badai tropis sehingga memicu disorientasi pada kapal maupun pesawat yang melintas.

2. UFO

(Foto: Twitter/InterGlobe_IGE)

Sebagian orang mempercayai bahwa hilangnya kapal dan pesawat yang melintas di Segitiga Bermuda disebabkan oleh kehadiran UFO.

Selain itu, banyak juga teori konspirasi soal bangkai kapal dan pesawat yang menghilang secara misterius karena perbuatan UFO yang membangun peradaban di Segitiga Bermuda.

Penjelasan ilmiah yang paling logis mengenai hilangnya rongsokan bangkai pesawat dan kapal adalah adanya kedalaman laut yang mempengaruhi.

Menurut Data National Ocean Service, daerah perairan Segitiga Bermuda sangat besar, yaitu berkisar 1300 meter kubik.

Selain itu, dilansir dari Britanica, batas-batas yang tepat dari Segitiga Bermuda tidak diketahui, namun beberapa perkiraan luas total antara 500 ribu hingga 1,5 juta mil persegi.

Itu sebabnya Segitiga Bermuda menjadi lokasi dari titik paling dalam di Samudra Atlantik, terlebih dengan adanya Palung Puerto Rico yang memiliki kedalaman sekitar 8.380 meter.

Kapal atau pesawat yang tenggelam tersebut bisa hancur berkeping-keping karena tekanan yang besar sehingga sama sekali tidak meninggalkan jejak rongsokan.

3. Pulau Atlantis

(Foto: Instagram/brainberries)

Penggambaran Plato tentang pulau Atlantis telah melahirkan bermacam prediksi mengenai lokasi kota yang hilang ini.

Bahkan para arkeolog sampai menyelam ke bawah permukaan Laut Mediterania hingga Segitiga Bermuda demi membuktikan bahkan teori Plato bukanlah mitos belaka.

Teori itu selanjutnya berkelanjutan karena seorang poliglot asal Amerika bernama Charles Berlitz mempopulerkan legenda Segitiga Bermuda dalam bukunya Segitiga Bermuda (1974).

Dalam buku itu, Berlitz mengklaim bahwa pulau Atlantis yang menghilang itu terlibat dalam penghilangan paksa di Bermuda.

Namun, lagi-lagi ilmuwan asal Australia, Karl Kruszelnicki mengatakan bahwa tidak ada kaitannya dengan kota Atlantis yang hilang. Ia mengklaim jika misteri Segitiga Bermuda atau cerita tentang semua kapal dan pesawat yang menghilang adalah sebuah kesalahan.

Terlebih, barang-barang yang diyakini berasal dari kota Atlantis tidak pernah ditemukan di sekitaran Segitiga Bermuda.

Intinya, belum ada kebenaran yang pasti mengenai keberadaan kota Atlantis yang menghilang.

4. Monster Laut

(Foto: arrowintmedia.com)

Misteri Segitiga Bermuda selanjutnya mungkin bisa dibilang sebagai mitos belaka. Terdapat berbagai teori yang mengatakan bahwa adanya monster laut seperti Kraken atau gurita raksasa hingga Hiu Megalodon.

Beberapa orang meyakini bahwa salah satu penyebab tenggelamnya kapal diakibatkan oleh serangan Kraken, dan teori tentang adanya Hiu Megalodon karena beberapa kali menampakkan diri dam diduga menjadi penyebab dari luka yang dialami oleh hewan-hewan laut yang ada di Segitiga Bermuda.

Sayangnya, teori tersebut tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Keberadaan Kraken sendiri masih menjadi misteri hingga saat ini, namun untuk Gurita Raksasa memang nyata adanya. Akan tetapi teori ini ditepis oleh fakta bahwa sejauh ini gurita raksasa belum pernah terlihat di kawasan Segitiga Bermuda.

Sedangkan untuk Hiu Megalodon dipastikan sudah tidak ada di bumi. Hal ini pernah disampaikan oleh Catalina Pimiento, pakar hiu dan Megalodon dari Universitas Swansea, Wales.

Ia mengatakan jika para ilmuwan telah memperkirakan Megalodon sudah punah sekitar 2,6 juta tahun yang lalu, bersamaan dengan kemunculan hiu putih besar yang kini menjadi predator lautan.

Menurutnya, jika Megalodon benar-benar hidup maka umat manusia pasti menemukannya karena tinggal di perairan dangkal di area pesisir pantai dengan kedalaman tidak lebih dari 200 meter.

Dilansir dari Live Science, Megalodon mungkin punah ketika lautan di bumi mengering, dimulainya zaman es dan air hanya tersedia di kutub yang berakibat pada kurangnya sumber makanan atau membeku hingga punah.

5. Mengandung Senyawa Metana

(Foto: triwahyubudiharto.wordpress.com)

Keberadaan senyawa metana di Segitiga Bermuda juga sempat dianggap menjadi dalang di balik hilangnya sejumlah kapal dan pesawat yang melintas. Soalnya, senyawa ini dikatakan dapat membentuk gelembung gas yang menyebabkan lubang hisap yang menelan kapal dan pesawat.

Hal ini kemudian ditentang oleh Carolyn Ruppel, seorang geofisikawan Amerika Serikat. Menurutnya, metana akan lebih dulu terurai oleh mikroba laut sehingga tidak mungkin ada Metana murni yang muncul ke permukaan.

Memang, teori tentang adanya kandungan metana tidak sepenuhnya valid, karena metana bisa ditemukan di seluruh dunia. Lalu, kenapa kecelakaan ini selalu terjadi di Segitiga Bermuda?

Hal serupa juga diungkapkan oleh Helen Czerski, seorang ilmuwan dari University College London yang menyanggah mitos tentang hilangnya sejumlah kapal dan pesawat di Segitiga Bermuda karena ditarik ke bawah oleh gelembung dari ledakan gas bawah laut.

Walupun Helen menerima bahwa pelepasan metana dalam jumlah besar dari dasar laut adalah hal yang mungkin, tetap saja hal itu tidak akan menghisap pesawat dan kapal. Menurutnya, justru gelembung-gelembung itu harusnya membuat kapal menjadi naik, bukan turun.

Isu yang Sengaja Dibesar-besarkan?

Berbeda dengan semua teori konspirasi yang dilontarkan orang-orang tentang misteri Segitiga bermuda, seorang penulis, pilot, sekaligus pustakawan Amerika justru memberikan jawaban yang tak terduga.

Dia percaya bahwa sebenarnya tak ada misteri Segitiga Bermuda serta semua cerita tentang kapal dan pesawat yang menghilang adalah sebuah kecelakaan.

Dia mengklaim orang-orang dengan sengaja membuat cerita ini menjadi misteri dan menganggap sebagian besar peneliti juga tidak menyelidiki dengan benar.

Menurutnya, banyak laporan yang berisi data lama, yang mana sebagaian besar dari laporan itu adalah salah.

Bahkan, dia juga menganalisis buku-buku yang berhubungan dengan aspek paranormal Segitiga Bermuda dan berhasil menemukan kesalahan di sana. Selain itu, ia juga mempelajari laporan investigasi Angkatan Laut dan mewawancarai banyak personel yang terlibat dalam misi pelatihan dari Stasiun Angkatan Laut Fort Lauderdale yang dilaporkan menghilang di Samudra Atlantik pada 5 Desember 1945.

Bagi Larry, banyak misteri di wilayah Segitiga Bermuda dibuat oleh orang-orang yang hanya ingin membuat cerita menarik.

Bahkan hampir semua kejadian aneh dan kecelakaan yang terjadi di Segitiga Bermuda dapat dijelaskan secara ilmiah. Salah satu peristiwa yang menghebohkan publik pada era 1800-an adalah hilangnya awak kapal Mary Celeste. Padahal, kondisi kapal baik-baik saja. Ternyata, ilmuwan sudah memecahkan misteri yang menghebohkan dunia ada pada abad ke-19 tersebut.

Seorang ilmuwan dari University College London telah membuat studi dan penelitian mendalam mengenai hilangnya awak kapal Mary Celeste. Andrea Sella, seorang doctor sekaligus fisikawan bereksperimen mengenai kapal Mary Celeste dan menghasilkan kesimpulan ilmiah jika kapal tersebut pernah mengalami ledakan uap alkohol.

Nah, ledakan uap alkohol itu bisa terjadi secara masif tanpa merusak kapal sama sekali. Meskipun cukup besar, ledakan uap akan menghilang dengan cepat pada saat uap alkohol lenyap di udara.

Jadi, menurut Andrea, awak kapal Mary Celeste pada saat itu masih minim pengetahuan karena ketakutan dan langsung terjun ke laut. Padahal, kapal mereka dalam kondisi yang baik-baik saja. Hal ini terbukti karena Mary Caleste pada saat itu memang mengangkut beberapa barel alkohol untuk dijual di tempat tujuan.

Lalu, bagaimana dengan misteri hilangnya kapal USS Cyclops beserta 306 awak kapalnya?

Ilmuwan menyatakan bahwa gelombang besar atau tsunami telah menghantam kapal dan menenggelamkannya. Itu sebabnya taka da sinyal darurat yang sempat disampaikan oleh awak kapal, karena kajadiannya berlangsung sangat cepat.

Apalagi, kapal USS Cyclops pada saat itu dilaporkan berlayar dengan kelebihan kapasitas, ditambah kerusakan mesin dan cuaca buruk. Gimana gak tenggelam coba?

Jika memang terdapat kekuatan supernatural yang sangat besar di Segitiga Bermuda seperti kata orang-orang, lantas mengapa tidak ada larangan untuk melintas di wilayah itu hingga saat ini? Faktanya, Segitiga Bermuda menopang lalu lintas harian yang padat, baik melalui laut maupun udara.

Nah, itulah penjelasan ilmiah seputar misteri Segitiga Bermuda yang selalu menjadi perbincangan hangat dari waktu ke waktu. Sains memandang hal ini sebagai euphoria terhadap supernatural. Yup, memang dasarnya manusia selalu tertarik dengan hal-hal yang berbau mistis dan misteri.

Bahkan secara psikologi, orang-orang yang gemar membaca ataupun menonton kisah-kisah supernatural, akan membentuk sudut pandang mereka yang juga akan mengarah kepada antisains. Kamu kubu yang mana nih?

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS