Tiga Moda Transportasi Listrik yang Siap Beroperasi di IKN

Ilustrasi taksi terbang yang nantinya akan menjadi moda transportasi di IKN. (Foto: Instagram/@ehang.indonesia)

PARBOABOA, Jakarta - Konsep kota hijau menjadi tren yang terus digaungkan di setiap lini pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Hal itu terlihat dari sistem pembangkit listriknya yang menggunakan energi terbarukan seperti tenaga matahari, air hingga panas bumi.

Tak hanya sistem kelistrikan, nantinya seluruh penghuni pun diwajibkan menggunakan moda transportasi ramah lingkungan berbasis listrik.

Moda transportasi ini berlaku untuk seluruh lini, baik publik maupun perorangan. Termasuk pejabat pemerintahan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan, sejumlah transportasi massal berbasis listrik akan mulai beroperasi pada Agustus mendatang.

Lantas, apa saja layanan moda transportasi massal yang akan beroperasi di IKN?

Bus listrik

Sebanyak 41 armada bus listrik akan disiapkan untuk melayani kebutuhan penumpang IKN.

Dalam kajian perencanaan teknis angkutan umum tahap 1, bus listrik akan melayani 3 trayek di IKN.

Ketiga trayek tersebut mulai dari taman parkir-masjid raya sebanyak 13 armada bus listrik medium.

Lalu rute taman parkir-botanical garden yang akan dilayani 7 bus medium dan rute antar taman parkir dengan total 21 armada bus yang akan melayani.

Pengadaan bus-bus listrik ini juga akan melibatkan pihak swasta yaitu Bluebird, termasuk rencana operasionalnya.

Kereta Otonom Tanpa Rel/Autonomous-rail Rapid Transit (ART)

Salah satu moda transportasi yang paling modern di IKN adalah Kereta Otonom Tanpa Rel atau Autonomous-rail Rapid Transit (ART). Biasa juga disebut dengan Trem Otonom.

Kereta ini tidak menggunakan listrik sebagai sumber energinya, melainkan menggunakan baterai yang disubstitusikan dengan marka jalan dan magnet.

ART memiliki roda karet yang akan bergerak pada rel virtual dalam batas tertentu.

Ia juga menggunakan sistem otomatis, kontrol keselamatan dan persinyalan yang aktif. Trem nantinya dipandu oleh lintasan berbentuk virtual track yang menggunakan teknologi otomatisasi.

ART ini akan diujicobakan pada Agustus 2024 di IKN.

Taksi Terbang

Taksi terbang atau drone juga menjadi moda transportasi alternatif yang akan beroperasi di IKN Nusantara.

Namun, uji coba taksi terbang di IKN ini akan dilakukan Juli, lebih cepat dari moda transportasi lain seperti bus dan Kereta Otonom Tanpa Rel.

Adapun model taksi terbang yang akan diuji merupakan buatan Korea Selatan, melalui Korea Aerospace Research Institute (KARI).

Ia bernama Optionally Piloted Personal/Passe Air Vehicle (OPPAV). Jika diharfiahkan, taksi terbang adalah pesawat lepas landas dan mendarat vertikal bertenaga listrik.

OPPAV memiliki delapan baling-baling. Empat di antaranya untuk lepas landas vertikal dan empat lainnya untuk menentukan arah di udara.

Jarak tempuh maksimal yang bisa dijangkau taksi terbang ini 50 kilometer.

Hanya saja, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi belum akan memberikan izin kepada taksi terbang ini sebagai moda transportasi di IKN.

Selain karena regulasi, penggunaan drone untuk angkutan umum juga memiliki risiko.

Editor: Kurniati
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS