Narapidana di Lapas Pontianak disiram air got usai kasasi dikabulkan.

Napi Disiram Air Got di Pontianak, Kalapas: Itu Untuk Buang Sial

Maraden | Daerah | 20-10-2021

PARBOABOA, Pontianak – Bereda di media sosial  sebuah  video narapidana (napi) disiram air got. Videro itu sempat mengundang kecaman dari rakyat internet. Napi yang disiram air got itu diketahui warga binaan di  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pontianak, Kalimantan Barat.

Menanggapi hal tersebut, kepala Lapas Kelas II A Pontianak, Farhan Hidayat, mengatakan, soal penyiraman narapidana dengan air got itu murni keinginan dari narapidana yang bersangkutan bersama teman-temannya. Dia memastikan kalau peristiwa penyiraman tersebut bukanlah perisakan atau bullying.

“Video viral soal napi disiram air got merupakan keinginan dari napi tersebut,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/10).

Farhan menjelaskan, kegitan penyiraman itu murni keinginan dari narapidana tersebut untuk membayar nazarnya.

Keterangan para narapidana yang terlibat, penyiraman tersebut merupakan keinginan sendiri untuk semacam prosesi membuang sial atau apes.

Hal seperti itu sudah menjadi semacam tradisi apabila upaya permohonan keringanan hukum yang dimohonkan narapidana dikabulkan.

“Jadi, intinya tidak ada paksaan dari pukan manapun pun, apalagi seperti yang disangkakan adanya perundungan, sama sekali bukan” ujarnya.

Meski demikian, Farhan mengatakan, pasca kejadian penyiraman itu, petugas Lapas Kelas II A Pontianak menempatkan para warga binaan yang telibat ke blok isolasi dan juga menyita telepon selular yang digunakan untuk merekam aksi penyiraman itu.

Setelah video penyiraman narapidana di Lapas Kelas IIA Pontianak itu tersebar di media massa, jajaran Lembaga Pemasyarakatan kemudian melakukan penyidikan terkait hal tersebut.

Hasil pemeriksaan, penirman itu dilakukan terhadap narapidana atas nama Ersa Bagus Pratama Putra alias Boy. Dari pengakuannya, napi tersebut meminta dilakukan penyiraman air got sebagai bentuk nazar Napi tersebut. Dia mengaku bernazar setelah terbitnya kasasi perubahan putusan dari awalnya hukuman mati menjadi hukuman pidana penjara selama 18 tahun.

Ersa mengatakan bahwa penyiraman tersebut dilakukannya berdasar kemauan sendiri. Penyiraman itu dibantu oleh rekan-rekannya sesama warga binaan di Lapas Pontianak.

Pengakuan Esra, dirinya menganggap penyiraman air got sebagai sebuah tradisi buang sial yang juga dipercayai oleh warga binaan lainnya.

Tag : daerah, pontianak, lapas pontianak, kalimantan barat, napi disiram air got

Berita Terkait