Niat Puasa Ramadhan, Tata Cara dan Hal yang Membatalkannya

Ilustrasi Membaca Niat Puasa Ramadhan ( Foto : Freepik.com)

PARBOABOA – Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah wajib yang harus dilakukan oleh setiap muslim dewasa yang mampu melakukannya. Puasa ini dilaksanakan selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan. Namun, sebelum kita memulai puasa Ramadhan, ada satu hal penting yang harus kita ketahui dan lakukan, yaitu niat puasa Ramadhan.

Berikut Parboaboa akan mengulas tentang niat puasa Ramadhan, tata cara dan hal yang membatalkannya. Mumpung bulan suci Ramadhan 2023 tinggal menghitung hari, atau tepatnya pada, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2023 M, perkiraan awal puasa 2023 jatuh pada 22-23 Maret 2023.

Niat Puasa Ramadhan

Bacaan Niat Puasa Ramadhan(Foto: Sripoku.com)

Niat puasa Ramadhan adalah keyakinan dan tekad dalam hati untuk melakukan puasa Ramadhan pada hari yang telah ditentukan, yang dimulai dari terbenamnya matahari pada malam hari sebelumnya hingga matahari terbenam pada hari yang sama. Niat puasa Ramadhan ini harus dilakukan sebelum memasuki waktu subuh pada hari pertama puasa Ramadhan.

Sebagai seorang muslim, niat puasa Ramadhan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh kesadaran. Kita harus memahami bahwa puasa Ramadhan bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus, tetapi juga untuk membersihkan jiwa dan memperkuat iman kita kepada Allah SWT.

Menurut Imam Ghazali dalam Ihya Ulumiddin 2, membaca niat pada malam sebelum melakukan puasa Ramadhan hukumnya wajib. Berikut bacaan niatnya.

 Ù†ÙŽÙˆÙŽÙŠÙ’تُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i fardhi syahri Ramadhâni hâdzihis sanati lillâhi ta'âla.

Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta'ala."

Berikut adalah contoh niat puasa Ramadhan yang bisa diucapkan sebelum memasuki waktu subuh:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، اللَّهُمَّ بِصَوْمِ غَدٍ عَنْ شَهْرِ رَمَضَانَ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَسْتَعِيْنُكَ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

Artinya: "Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, dengan berpuasa esok hari pada bulan Ramadhan, saya berlindung kepada-Mu dari godaan setan yang terkutuk dan godaan setan yang berbisik. Saya memohon pertolongan-Mu untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu."

Selain contoh niat puasa Ramadhan yang telah disampaikan sebelumnya, ada beberapa contoh niat puasa Ramadhan lainnya yang bisa kita gunakan, yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i fardhi syahri Ramadhâni hâdzihis sanati lillâhi ta'âla.

Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta'ala."

Tata Cara Puasa Ramadhan

Tata Cara Puasa Ramadhan(Foto: Freepik.com)

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah wajib bagi umat muslim yang telah mencapai usia baligh dan memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Berikut adalah tata cara puasa Ramadhan yang sebaiknya kita ketahui:

1. Menunaikan Niat Puasa Ramadhan

Niat puasa Ramadan harus dilakukan sebelum waktu Subuh tiba pada hari pertama puasa. Niat tersebut harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, tulus, dan ikhlas. Selain itu, niat puasa juga harus diucapkan dengan suara yang jelas dan dimengerti oleh diri sendiri.

Selain tata cara tersebut, penting mengetahui batas waktu niat puasa Ramadhan, yaitu sebelum masuk waktu Subuh di hari pertama puasa Ramadan. Artinya, niat puasa Ramadhan harus dilakukan sebelum waktu Subuh tiba pada hari pertama puasa. Setelah waktu Subuh tiba, maka puasa Ramadhan sudah dimulai dan tidak bisa lagi dilakukan niat puasa Ramadhan.

Namun, selain batas waktu niat puasa Ramadhan pada hari pertama, sebaiknya kita juga membuat niat puasa setiap harinya sebelum waktu Subuh tiba. Dengan begitu, kita akan selalu diingatkan untuk selalu fokus dan konsentrasi dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan setiap harinya.

2. Menjaga Waktu Berbuka dan Sahur

Waktu berbuka puasa dimulai setelah matahari terbenam dan berakhir pada waktu Maghrib. Sedangkan sahur adalah waktu makan dan minum sebelum terbit fajar. Sebaiknya kita menjaga waktu berbuka dan sahur agar tubuh tetap terjaga dan sehat selama menjalankan ibadah puasa.

3. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan

Selama menjalankan puasa Ramadhan, kita harus menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Perbanyaklah konsumsi air putih dan hindari makanan yang berlemak, pedas, dan bersantan. Juga perlu diingat bahwa kita tidak boleh mengonsumsi obat atau minuman yang membatalkan puasa.

4. Menjaga Perilaku dan Pikiran

Selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan, kita harus menjaga perilaku dan pikiran kita. Hindari melakukan hal-hal yang buruk seperti berbohong, berkata kasar, dan melakukan tindakan yang tidak menyenangkan. Sebaliknya, sebisa mungkin lakukanlah hal-hal yang baik seperti membaca Al-Quran sebagai sumber hukum Islam, shalat, bersedekah, dan melakukan amalan-amalan lain yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

5. Meningkatkan Kualitas Ibadah

Selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan, kita harus berusaha meningkatkan kualitas ibadah kita dengan melakukan hal-hal yang baik dan menghindari hal-hal yang buruk. Perbanyaklah ibadah, membaca Al-Quran, berdoa, dan melakukan amalan-amalan lain yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

Hal yang Membatalkan Puasa

Hal – hal yang membatalkan puasa(Foto: Freepik.com)

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat membatalkan puasa:

1. Makan dan minum dengan sengaja

Makan dan minum dengan sengaja di waktu puasa Ramadan akan membatalkan puasa. Oleh karena itu, kita harus menjaga diri agar tidak makan atau minum apapun selama waktu puasa.

2. Hubungan seksual

Hubungan seksual atau melakukan tindakan lain yang melibatkan penetrasi di antara pasangan suami-istri di waktu puasa Ramadan juga akan membatalkan puasa.

3. Keluar air mani dengan sengaja

Keluar air mani dengan sengaja, baik karena masturbasi atau hubungan seksual, akan membatalkan puasa. Namun, jika keluarnya air mani tidak disengaja, maka puasa tetap sah.

4. Menyuntikkan nutrisi atau obat-obatan

Menyuntikkan nutrisi atau obat-obatan melalui infus atau suntikan juga dapat membatalkan puasa.

5. Muntah-muntah

Muntah-muntah dengan sengaja atau tidak sengaja dalam jumlah yang banyak juga dapat membatalkan puasa.

6. Melupakan niat puasa

Melupakan niat puasa sebelum waktu Subuh pada hari pertama puasa juga dapat membatalkan puasa.

7. Melakukan tindakan yang mengurangi kewarasan

Melakukan tindakan yang mengurangi kewarasan, seperti meminum minuman keras atau obat-obatan terlarang, juga dapat membatalkan puasa.

Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, kita harus senantiasa menjaga niat dan semangat untuk beribadah dengan tulus dan penuh keikhlasan. Selain itu, harus memperbanyak amalan baik dan menghindari perbuatan buruk, sehingga kita dapat meningkatkan kualitas hidup kita dan mendapatkan keberkahan serta rahmat dari Allah SWT.

Semoga artikel tentang niat puasa Ramadhan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa menjaga niat dan semangat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Mari kita berusaha semaksimal mungkin untuk meraih keberkahan dan rahmat dari Allah SWT selama bulan Ramadhan ini. Aamiin.

Editor: Lamsari Gulo
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS