Pelatih Atlit Billiar Sumut akan Tuntut Gubernur Sumut Terkait Aksi Penjeweran

Khoiruddin Aritonang atau Choki (dok Tribun Medan)

PARBOABOA, Sumut - Tindakan kontroversial Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang menjewer pelatih atlit billiar Sumut, pada acara pemberian bonus kepada seluruh atlit dan pelatih yang berprestasi di PON XX Papua, berbuntut panjang.

Khoiruddin Aritonang atau Choki pelatih billiar Sumut memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.

Choki menampik kabar yang mengatakan dirinya tertidur, sehingga tidak ikut tepuk tangan. Selain itu, Choki juga mengatakan dia tidak diusir saat kejadian.

“Saya tidak ada tertidur dan saya tidak ada diusir. Yang ada karena saya tidak tepuk tangan, maka saya dimaki-maki dan dijewer oleh  Gubernur Sumatera Utara.” Kata Choki dikutip dari akun YouTube Waspada Online, Selasa (28/12).

Choky mengungkapkan kekecewaanya terkait kejadian tersebut. Dia mengherankan mengapa hanya karena tak tepuk tangan dia harus dimaki-maki dan dijewer. Padahal menurutnya tidak ada ucapan Gubernur Sumut harus membuatnya harus bertepuk tangan.

”Tidak ada satupun ucapan spektakuler dari gubernur sumatera utara, sehingga saya harus bertepuk tangan,” kata Choki menambahkan.

Pelatih tim billiar Sumut tersebut merasa jika tindakan Edy Rahmayadi tersebut termasuk dalam tindakan yang merendahkan martabatnya, sehingga dia akan melaporkan kejadian ini ke Polda Sumut.

Edy Rahmayadi Jewer Pelatih Atlit Billiar

Sebelumnya beredar sebuah video yang menunjukkan aksi Gubernur Sumatera Utara menjewer pelatih atlit billiar pada saat acara penyerahan bonus bagi atlit dan pelatih yang berhasil mengharumkan nama Sumut pada gelaran PON XX Papua yang berlangsung pada bulan Oktober lalu.

Saat menyampaikan pidatonya, Edy mengatakan keinginannya untuk melihat Sumut berjaya di bidang olahraga. Apalagi, PON mendatang akan diselenggarakan di Sumut dan Aceh.

"Kalau sudah jaya Sumatera Utara ini, mau kau ambil semua, ambil," kata Edy yang disambut tepuk tangan peserta yang hadir.

Namun, perhatian Gubsu tersebut teralihkan saat melihat salah seorang peserta acara tersebut tidak ikut bertepuk tangan.

Edy kemudian memanggil peserta tersebut naik ke panggung, kemudian Edy menanyakan posisi dan keterlibatannya dalam kontigen. Pria yang dipanggil itu kemudian menjawab kalau dirinya pelatih cabang biliar untuk PON Sumut.

"Pelatih tak tepuk tangan. Tak cocok jadi pelatih ini," kata Edy sambil menjewer pelatih biliar itu.

Kebanyakan peserta yang menghadiri acara tersebut menertawakan aksi Edy yang menjewer pelatih tersebut.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS