Pengadilan tinggi India menyetujui keputusan pemerintah untuk membayar untuk setiap kematian akibat virus corona di negara itu

Resmi, Pemerintah India Setuju Berikan Kompensasi Untuk Setiap Kematian Akibat Covid-19

Sondang | Internasional | 06-10-2021

PARBOABOA, India - Pada bulan Juni 2021 lalu, para pemohon di India meminta pengadilan untuk membayar kompensasi kepada keluarga korban Covid 19. Covid 19 secara menjadi bencana di bawah Undang-Undang Manajemen Bencana Nasional India.

Undang-Undang tahun 2005 di India tersebut diberlakukan untuk manajemen bencana yang efisien seperti pengembangan kapasitas dan kompensasi untuk nyawa yang hilang.

Akhirnya, Pengadilan tinggi India menyetujui keputusan pemerintah untuk membayar 50.000 rupee atau sekira Rp9,5 juta untuk setiap kematian akibat virus corona di negara itu sebagai kompensasi kepada keluarga terdekat dari almarhum, Senin (4/10).

Setelah serangkaian audiensi, kementerian dalam negeri mengeluarkan surat pernyataan pada September lalu yang menawarkan kompensasi kepada anggota keluarga semua korban Covid-19, termasuk orang yang meninggal karena bunuh diri setelah mendengar diagnosis.

Menurut kementerian kesehatan India, secara resmi mencatat 448.997 kematian akibat Covid-19 pada Senin (4/10) pagi waktu setempat. Akibatnya, jumlah pembayaran kompensasi ini mencapai lebih dari USD300 juta (Rp4,3 triliun).

Korban yang meninggal dalam waktu 30 hari setelah diagnosis akan memenuhi syarat, termasuk orang-orang yang dirawat di rumah sakit lebih lama dari itu dan kemudian meninggal.

Menurut advokat Gaurav Bansal yang mengajukan petisi asli, pengadilan memutuskan bahwa tidak ada negara bagian yang dapat menolak kompensasi bahkan jika sertifikat kematian seseorang tidak mencantumkan Covid-19 sebagai penyebab kematian.

Dalam masalah ini, komite penanganan keluhan akan memeriksa catatan pasien yang meninggal dan menghubungi keluarga terdekat dalam waktu 30 hari.

"Semua rumah sakit terkait di mana pasien dirawat dan diberikan perawatan harus memberikan semua dokumen perawatan yang diperlukan, dan lain-lain kepada anggota keluarga almarhum, ketika diminta," demikian bunyi putusan tersebut.

"Sesuai undang-undang, ini bukan sedekah. Ini hak hukum orang yang mengajukan ganti rugi," kata Bansal kepada CNN pekan lalu.

Komite ganti rugi telah ditugaskan untuk menangani setiap dan semua masalah yang berkaitan dengan penyebab kematian dari anggota keluarga. Program ini memungkinkan keluarga terdekat untuk mengklaim kompensasi secara surut, dan akan terus diberikan untuk kematian yang mungkin terjadi pada fase pandemi Covid-19 di masa mendatang.

Tag : #internasional    #india    #covid 19    #kompensasi    #undang undang   

Baca Juga