Pemimpin Tertinggi Iran: Kerusuhan Akibat Kematian Mahsa Amini Dirancang Barat dan Zionis

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei (Foto: AP)

PARBOABOA, Jakarta – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei menuding bahwa kerusuhan dan kekacauan gelombang demonstrasi kematian Mahsa Amini, dirancang oleh negara-negara Barat dan rezim zionis.

Serta orang-orang bayaran mereka dan segelintir pengkhianat di luar negeri.

Dilansir dari siaran pers, pada Minggu (09/10/2022), dari Kedutaan Besar Iran di Jakarta, tudingan itu disampaikan langsung oleh Ayatullah Sayid Ali Khamenei.

“Kerusuhan dan kekacauan terbaru di Iran dirancang oleh negara-negara Barat dan Rezim Zionis, orang-orang bayaran mereka, serta beberapa orang Iran pengkhianat di luar negeri,” kata Khamenei dalam pernyataan itu, Jumat (07/10/2022).

Khamenei menegaskan kerusuhan di Iran itu sudah direncanakan sebelumnya dan jika tidak ada peristiwa kematian itu, pihak musuh akan mencari alasan untuk menciptakan kerusuhan di Iran.

Menurut Khamenei, ucapan belasungkawa negara-negara Barat atas kematian Mahsa Amini di Iran adalah dusta dan bertolak belakang dengan tampilan mereka yang sebenarnya merasa gembira karena mendapatkan alasan untuk menciptakan kekacauan di Iran.

Khamenei menyampaikan rasa berduka atas kepergian Amini dan telah mengerahkan tim investigasi untuk menelusuri penyebab pasti kematian gadis Kurdi itu.

Namun, ia menyayangkan reaksi berlebihan yang dilakukan oleh masyarakat Iran. Mereka terprovokasi, khususnya kaum perempuan, yang belum pernah terjadi dalam skala besar seperti ini.

“Reaksi atas peristiwa ini yang dilakukan tanpa penyelidikan dan tanpa ada kepastian terkait apa yang sebenarnya terjadi, lalu sebagian orang turun ke jalan membuat kekacauan, membakar Al Quran, mencopot paksa hijab seorang perempuan, membakar masjid, tempat ibadah, dan kendaraan masyarakat, bukanlah reaksi yang biasa dan normal,” ujar Khamenei.

Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa segelintir orang-orang yang turun ke jalan, adalah sisa-sisa oknum yang sebelumnya memiliki hubungan kurang baik dengan Iran.

Seperti kelompok teroris MIKO (Organisasi Mojahedin-e-Khalq), kelompok separatis, kelompok monarki, dan keluarga intelijen Shah Iran yaitu Savak.

 

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS