Pengrajin Kue Keranjang Produksi hingga Ratusan Kilogram Menjelang Imlek

Tampak pekerja di Yek Yen Siang, sedang memproduksi kue bakul yang masih dalam cetakan, Jumat (13/1/2023). Kue bakul ini biasanya akan dititip ke supermarket dan pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Medan. (Foto : Parboaboa/Isnaini Kharisma)

PARBOBOA, Medan - Pengrajin kue bakul (keranjang) kebanjiran orderan menjelang H-8 perayaan Imlek 2023. Perhari bisa ratusan kilogram yang diproduksi untuk memenuhi permintaan.

Salah satu pengusaha kue bakul Yek Yen Siang, Awie Kho (66) yang berlokasi di Jalan Aksara No 135 Medan mengatakan, produksi sudah dilakukan sejak 2 Januari 2023, untuk persembahan warga Tionghoa pada Dewa Dapur di Perayaan Imlek.

Dikatakannya, usaha rumahan ini sudah berdiri sejak 80-an. Awalnya berada di Jalan Negara kemudian pada 1991-an menetap di Jalan Aksara.

Awie Kho merupakan generasi ketiga yang mengelola usaha ini. Awalnya usaha ini berdiri oleh Kim Hai. Kini dikelola anaknya Giovanni. 

"Sebenarnya ini tradisi dari turun temurun dari nenek kita dulu. Di mana kue bakul ini kue Imlek yang wajib dipakai untuk sembahyang yang akan dipersembahkan pada Dewa Dapur di Imlek nanti," katanya, Jumat (13/1/2023). 

Untuk proses pembuatan di Yek Yen Siang sendiri masih dilakukan secara manual yakni secara tradisional dengan lama waktu memasak 12 hingga 14 jam. 

"Kue bakul ini berbahan dasar tepung ketan (pulut) asli, gula dan air saja. Dimasakan dengan waktu 12-14 jam. Kalau malam kita buat, besok pagi sudah matang dan kita bongkar dari tungku. Kita angkat dari tungku dan didinginkan, rapikan kemudian dikemas," ujar Awie.

Diakuinya, untuk ketahanan kue bakul ini, bisa sampai 2 minggu hingga 1 bulan tergantung penyimpanan.

Dikatakannya, saat ini permintaan masih stabil belum ada peningkatakan signifikan. Berkaca dari tahun tahun sebelumnya, lonjakan akan terjadi memasuki H-3 atau H-4 Imlek. 

"Jika dibandingkan masa COVID-19 permintaan turun drastis. Tahun ini kita prediksi permintaan ada tapi daya beli menurun. Begitupun bisa dibilang mulai bernapas. Maka, di tahun ini, stok kue bakul yang dibuat melihat kondisi. Kalau semakin dekat hari H permintaan naik maka akan produksi kalau lemah akan kita stop," jelasnya. 

Pemasaran kue bakul sendiri diterapkan dengan sistem titip, ke supermarket, pasar tradisional di Kota Medan, juga ke Tebing Tinggi, Lubuk Pakam, dan Binjai serta media sosial Instagram @Yekyensiang dalam pemasaran produknya.

"Jadi kita bukan berdasarkan sistem order. Kalau sebelum COVID-19 kita berani buat hingga 1 ton di mana dalam memasak kue bakul 9 tungku milik kita semua hidup. Tapi saat ini hanya 4 tungku saja dalam satu dandang dengan olahan 100 hingga 200 kilogram," tuturnya.

Adapun kemasan kue bakul dari Yek Yen Siang memiliki beberapa pilihan ada yang 1 kotak isi 8 kue bakul ada juga yang 1 kotak isi 4 kue bakul dan isi 2 kue bakul. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp39.000-Rp40.000 dengan dua jenis kue yang dicetak beralaskan plastik dan daun pisang. 

Kue bakul yang sifatnya usaha musiman, pihaknya juga membuat mooncake atau kue bulan yang setiap bulan September di rayakan oleh masyarakat Tionghoa. Yek Yen Siang juga menerima orderan hampers untuk orang tersayang, kerabat atau rekan kerja dengan isi hampers seperti kue kering, buah dan kue bakul, angpao dan kartu ucapan.

"Permintan hampers kita juga sudah lumayan rata-rata minggu depan akan diantar," pungkas Giovanni. 

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS