Penularan DBD Meningkat di Simalungun, Ada 999 Kasus dan 13 Orang Meninggal

Kantor Dinas Kesehatan Simalungun (Foto: Parboaboa/Dimas)

PARBOABOA, Simalungun – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara (Sumut) mengalami peningkatan yang signifikan di 2022 dibanding 2021.

Administrator Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Hamonangan Nahampun mengatakan, berdasarkan data statistik harian, sejak Januari hingga November 2022 sudah 999 warga yang tertular DBD, di mana 13 di antaranya meninggal dunia.

Angka itu, kata Hamonangan kembali, mengalami peningkatan jika dibandingkan 2021 dengan jumlah kasus penularan DBD sebanyak 711 kasus.

Hamonangan merinci, penularan tertinggi terjadi pada April 2022, yakni sebanyak 215 orang. Kemudian turun pada Mei (8 kasus) dan Juni (62 Kasus).

“Kasus DBD kembali meningkat pada Juli dengan 201 kasus. Dalam dua bulan terakhir sudah berangsur turun, di November ada 93 kasus terkonfirmasi,” ucap Hamonangan kepada Parboaboa, Kamis (22/12/2022)

Hamonangan menyebut, wilayah yang paling banyak terdampak di Kecamatan Siantar, Kecamatan Gunung Maligas, Kecamatan Tapian Dolok, Kecamatan Bandar, Kecamatan Tanah Jawa dan Kecamatan Purba.

“Di Kecamatan Siantar dan Gunung Maligas juga banyak ya. Sebab di situ kawasan padat penduduk,” ucapnya

Hamonangan menjelaskan, secara petunjuk teknis (juknis) dengan melihat angka kasus DBD, Kabupaten Simalungun sudah masuk kategori kejadian luar biasa (KLB), namun belum diumumkan pimpinan.

“Secara teori sebenarnya kita sudah KLB, tapi kasus DBD masih kondusif dan bisa diatasi oleh pemerintah. Selain itu, KLB sendirikan juga harus di nyatakan oleh pimpinan daerah,”jelasnya

Untuk menekan penurunan angka penularan DBD, Hamonangan mengklaim jika Dinkes Simalungun telah melakukan berbagai upaya, mulai dari sinergi antar pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di setiap kecamatan dengan forum pimpinan kecamatan (Forkopimca) untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Kita rutin melakukan fogging di beberapa wilayah yang rentan terjadi atau yang ada kasus DBDnya. Selain itu, kita juga melakukan kontak tracing ke rumah penderita,” pungkasnya

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS