Pergeseran Tanah Terjadi di Bogor, Rusak Rumah dan Akses Jalan

Pergeseran Tanah yang terjadi di Bojong Koneng, Bogor (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

PARBOABOA, Jakarta – Pergeseran tanah terjadi di wilayah Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Kabid Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko, mengatakan kejadian tersebut disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang cukup lama di wilayah Kecamatan Babakan Madang.

“Sehingga mengakibatkan keretakan tanah dari titik awal ke titik akhir retakan, kurang lebih sepanjang 1 kilometer,” kata Aris, Kamis (15/09/2022).

Aris memaparkan, berdasarkan hasil kaji cepat terdapat 18 unit rumah mengalami kerusakan. Sebanyak 18 unit rumah tersebut diisi oleh 20 kepala keluarga (KK) dengan 75 jiwa. Lima KK di antaranya mengungsi di pengungsian Villa Roso, RT 002/ 009.

Aris menyebutkan, selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak yakni akses jalan Kampung Curug, mushola, dan villa.

“Situasi akhir saat ini belum kondusif. Untuk saat ini tanah masih bergerak di wilayah tersebut, sementara listrik sudah dipadamkan oleh PLN,” kata Aris.

Ketua RT Unus menceritakan pergeseran tanah yang terjadi di wilayahnya mulai terjadi sekira pukul 07.00 WIB pada Rabu (14/09/2022). Awalnya, retakan hanya kecil, tetapi terus membesar hingga sekarang.

"Dari kemaren kan ada retak kecil, sempet dibetulin, siang-siang eh tambah gede tambah gede retaknya. Dari jam 7 pagi udah bergeser, yang lebih kencengnya jam 10-an siang, paling parah," jelasnya.

Tidak ada tanda-tanda pergeseran tanah yang dirasakan warga. Hanya, ketika kejadian terdengar seperti suara retakan dari bangunan rumah warga.

"Gak kerasa, langsung gerak aja, paling yang ada bangunan-bangunan baru kerasa retak-retakan gitu. Ada suara-suara kaya petasan gitu, mungkin dari keramik, besi gitu pecah-pecah," ungkapnya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS