Meski Minim Fasilitas, Perpustakaan Umum Sintong Bingei Kota Pematangsiantar Mulai Ramai Pengunjung

Salah satu tim Parboaboa terlihat sedang membaca buku di Perpustakaan Kota Pematangsiantar (dok Parboaboa)

PARBOABOA, Pematangsiantar – Sintong Bingei, demikianlah nama perpustakaan umum di Kota Pematangsiantar ketika didirikan pada tanggal 30 April 1992.

Perpustakaan Umum dapat diartikan sebagai lembaga pendidikan bagi masyarakat umum dengan menyediakan berbagai informasi dan ilmu pengetahuan.

Hal tersebut juga menjadi tujuan awal Sintong Bingei didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kota Pematangsiantar.

Perpustakaan ini dibangun oleh Pemerintah Kota yang pada masa itu dipimpin oleh Zulkifli Harahap dengan bantuan dari perusahaan rokok ternama di Kota Pematangsiantar.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Parboaboa, setidaknya terdapat 127 pengunjung yang datang ke Sintong Bingei per hari Jumat, (20/05/2022).

Indeks jumlah pengunjung tersebut telah mengalami peningkatan semenjak dibuka kembali usai pandemi mulai mereda di kota Pematangsiantar.

Meski perpustakaan umum ini telah berusia 30 tahun, masih terdapat beberapa kekurangan pada perpustakaan ini yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengunjung seperti buku dan AC.

 “fasilitasnya buku, tapi masih kendala seperti kekurangan buku,” kata Nur Amin, Pustakawan Ahli Muda di Sintong Bingei kepada Parboaboa, Jumat (20/05/2022).

Amin yang sadar akan meningkatnya suhu di dalam ruangan, seketika mengungkapkan kekurangan lainnya yang ada di Sintong Bingei.

“Panas ya? Itu karena tidak ada AC bisa kepanasan terus kita disini. Itu sebenarnya harus ada karena sangat penting untuk kualitas buku, apalagi ada buku Belanda yang berusia ratusan tahun. Kalau tidak ada Ac bukunya nanti bisa berubah jadi warna hitam dan cepat rusak. Jadi, sementara kita buat kapur barus dulu sebagai perawatan buku,” lanjut Amin.

Dengan keterbatasan fasilitas tersebut, Amin berharap adanya bantuan donasi dari pihak perusahaan maupun perorangan demi kemajuan perpustakaan umum Kota Pematangsiantar.

Untuk proses pemakaian dan peminjaman buku sendiri, tidak dipungut biaya sama sekali. Cukup hanya membawa Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat utama.

Amin menambahkan bahwa pihak perpustakaan saat ini sedang menjalankan program penyediaan 12 unit komputer untuk diisi aplikasi E-Book.

Aisyah Purba (15) salah satu pengunjung perpustakaan dari SMAN 3 Pematangsiantar mengutarakan pendapatnya tentang kelengkapan perpustakaan.

“Udah lengkap sih kak, disini ada kamar mandi kak, tempat duduknya juga. Ada juga lokernya bebas digunakan siapa aja,” kata Aisyah saat ditemui tim Parboaboa.

Dengan tersedianya kelengkapan tersebut, Aisyah juga berharap kedepannya perpustakaan ini menyediakan lebih banyak buku yang bisa digunakan agar selalu dikunjungi seluruh masyarakat.

Tak hanya Aisyah, tim Parboaboa juga menanyakan pendapat seorang mahasiswa Universitas Nommensen program pendidikan bahasa Inggris, Peniel Lumbantobing (19) terkait fasilitas yang tersedia.

“fungsional umumnya perpustakaan kan buku, kemudian ada tempat duduk untuk membaca ada 2 lantai, toiletnya juga ada lumayan bersih,” kata Peniel.

“Fasilitas mungkin uda 60% lah tinggal kelengkapan bukunya aja,” tambahnya.

Peniel pun berharap agar pihak penanggungjawab lebih mempromosikan ke setiap instansi pendidikan agar masyarakat tahu bahwa Sintong Bingei masih beroperasi.                                                                                                                                                                                                            

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS