Rilis pers oleh Jajaran Polda Riau dan Polres Rohul di Mapolda Riau dalam pengungkapan kasus perampokan menyasar mesin ATM di Rohul, Riau.

Polda Riau Ungkap Perampokan Modus Baru, Sandera Teknisi ATM dan Rampas Uang Senilai 775Juta

Maraden | Daerah | 14-09-2021

PARBOABOA, Pekanbaru - Aksi perampokan modus baru yang menyasar teknisi Anjungan Tunai Madiri (ATM) terjadi di Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau, dan Kepolisian Resor Rokan Hulu (Rohul) menangkap empat pelaku pencurian dengan kekerasan yang menggasak uang tunai senilai Rp775 juta dari teknisi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Kawanan perampok ini terdiri dari empat orang yakni inisial RS, BM, MA, dan HB. Mereka punya peran masing-masing dan beraksi secara terencana dan juga rapi.

Polisi melakukan pengejaran terhadaa pelaku berdasarkan penyelidikan yang dilakukan di lokasi dan juga rekaman CCTV. Salah satu pelaku yakni RS kemuidan diketahui posisinya menginap di rumah keluarganya di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Polisi kemudian melakukan pengejaran,dan berhasil meringkus RS pada 6 September 2021. Dari interogasi diketahui bahwa pelaku ini adalah seorang mantan pengawal di PT SSI.

Polisi selanjutnya melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku lain yakni BM yang ditangkap di Jakarta. Dalam aksi perampokan tersebut, BM berperan sebagai sopir.

Kemudian pelaku MA dan HB ditangkap di Surabaya Jawa timur. MA dalam aksinya berpura-pura sebagai pimpinan kantor BRI.Dari keduanya polisi mengamankan barang bukti uang sisa kejahatan senilai Rp254 juta serta satu unit mobil yang digunakan untuk beraksi.

Dalam rilis pers yang digelar di Markas Polda Riau, Pekanbaru, Senin (13/9), terungkap kronologi peristiwa perampokan yang terjadi pada 31 Agustus 2021 itu.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menuturkan, korban bernama Danil Sapta saat itu didatangi pelaku MA yang mengaku sebagai utusan pimpinan BRI yang mengatakan pimpinan ingin bertemu dengan korban.

Pada saat itu, korban mengatakan harus melakukan perbaikan dulu tetapi pelaku mendesak dan mengatakan sudah ditunggu oleh pimpinan di mobil.

Lalu korban pun menuju mobil, tapi belum sampai mobil, korban ditodong dengan senjata tajam oleh pelaku RS. Korban lalu dibawa masuk kedalam mobil sambil menunggu situasi di sekitan mesin ATM sepi.

"Aksi perampokan mesin ATM dilakukan saat mereka melihat situasi sudah aman. Mereka lalu memaksa korban untuk membuka mesin ATM. Setelah itu pelaku mengambil laci ATM yang berisi uang.

Para pelaku mengikat tangan korban dan menutup mulutnya dengan lakban. Kemudian mereka kabur kearah Sumatera Barat.

“Korban sempat dibawa kabur ke wilayah Sumatera Barat, lalu korban diturunkan di sebuah jembatan," ungkap Sunarto didampingi Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Teddy Ristiawan dan Kepala Polres Rohul AKBP Eko Wimpiyanto.

“Uang hasil rampasan ATM tersebut kemudian mereka bagi empat dengan pembagian BM sebagai sopir mendapatkan Rp130 juta dan tiga lainnya Rp180 juta. Atas perbuatannya keempat pelaku diancam Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman 9 tahun penjara”, pungkas Kombes Pol Sunarto.

Tag : #daerah    #provinsi riau    #rokan hilir    #polda riau    #perampokan bank    #perampokan atm    #atm bri   

Baca Juga