Presiden Ukraina Zalensky Desak PBB, Usai 70 Rudal Rusia Bombardir Ukraina Dalam Sehari (Foto: DetikNews)

Presiden Ukraina Zalensky Desak PBB, Usai 70 Rudal Rusia Bombardir Ukraina Dalam Sehari

Krisna | Internasional | 24-11-2022

PARBOABOA, Jakarta - Presiden Ukraina Volodymyr Zalensky mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bertindak tegas terhadap Rusia atas serangan udara yang menghantam  Infrastruktur sipil yang membuat kota-kota Ukraina diselimuti kegelapan dan kedinginan saat musim dingin datang.

Dilansir dari Reuters, Kamis (24/11/2022), pasukan Rusian kembali menembakan rentetan rudal di berbagai wilayah Ukrain pada Rabu (23/11/2022), yang menewaskan sedikitnya 10 orang. Serangan rudal tersebut memaksa penutupan pembangkitan listrik tenaga nuklir (PLTN), juga memutuskan pasokan listrik dan air di banyak wilayah.

"Hari ini hanya satu hari, tapi kami telah menerima 70 rudal. Itu adalah formula teror Rusia. Ini semua ditargetkan terhadap infrastruktur energi kami... Rumah sakit, sekolah-sekolah, transportasi, distrik permukiman, semuanya menderita," ujar Zelensky dalam pidato terbaru via video link di hadapan Dewan Keamanan PBB.

Zelensky menyatakan Ukraina sedang menunggu untuk melihat adanya ‘reaksi sangat tegas’ dari dunia, terhadap serangan udara Rusia pada Rabu (23/11/2022)

Namun diketahui bahwa Dewan Keamanan PBB sepertinya tidak akan bisa mengambil tindakan tegas untuk merespon permohonan Zelensky mengingat Rusia adalah salah satu anggota tetap yang mempunyai hak veto.

Dalam tanggapannya, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Linda Thomas-Greenfield menerangkan Presiden Rusia Vladimir Putih telah ‘secara jelas menjadikan musim dingin sebagai senjata untuk membuat penderitaan luar biasa pada rakyat Ukraina’.

Dia mengatakan Putin ‘akan berupaya membekukan negara itu agar tunduk’ merujuk pada Ukraina.

Secara terpisah, Duta Besar Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya mengeluhkan diizinkannya Zelensky berpidato via video link dalam rapat Dewan Keamanan PBB. Dia mengatakan hal itu jelas melanggar aturan Dewan Keamanan PBB.

Kemudian Nebenzya juga menolak apa yang dikatakan sebagai ‘ancaman dan ultimatum sembrono’ oleh Ukaina dan para pendukungnya di Barat.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya menjelaskan bahwa kerusakan infastruktur Ukraina disebabkan oleh rudal yang ditembakkan ke arah rudal-rudal Rusia, dan meminta Barat untuk berhenti menyediakan rudal pertahanan udara kepada Ukraina.

Gubernur Kyiv, Oleksiy Kuleba mengatakan bahwa seluruh wilayah Kyiv, tempat tinggal lebih 3 juta orang telah kehilangan listrik dan air mengalir.

Diketahui, sebagian besar wilayah Ukraina mengalami masalah yang sama dan beberapa daerah menerapkan pemadam darurat untuk membantu menghemat energi dan melakukan perbaikan.

Tag : #ukraina    #volodymyr zelensky    #internasional    #pbb    #serangan rudal rusia   

Baca Juga