Uang Tabungan Rp2,7 Miliar Hilang, Puluhan Nasabah Bank Sumut Jadi Korban Skimming

Ilustrasi kejahatn skimming (Dok: finansial.bisnis.com)

PARBOABOA, Medan - Puluhan nasabah Bank Sumut menjadi korban pencurian data (Skimming) hingga kehilangan uang di rekening mereka senilai Rp2,7 miliar. Terkait hal itu, pihak Bank Sumut pun lantas buka suara.

Skimming sendiri merupakan kejahatan pencurian data nasabah yang biasanya menggunakan penangkap data (data captured) yang dipasang di mesin ATM. Data yang didapat, kemudian akan digunakan untuk pembobolan rekening nasabah.

"Kami jajaran PT Bank Sumut mengakui bahwa itu benar adanya bahwa dana tersebut dicuri oleh pelaku sebagai modus skimming, suatu alat yang dipasang di mesin ATM," ujar Direktur Utara Bank Sumut, Rahmat Fadillah Pohan, Selasa (5/7).

Rahmat menyebutkan, aksi skimming tersebut terungkap setelah melihat bukti rekaman kamera pengintai (CCTV) yang terpasang di mesin ATM di Surpermarket Diamond, Kecamatan Medan Johor.

"Ini terjadi di area publik. Bukan di kantor cabang. Kami sudah membuktikan lewat CCTV dan rekaman CCTV akan kami serahkan ke kepolisian," papar Rahmat.

Ia pun menilai, kemungkinan besar pelaku skimming bukan berasal dari Indonesia. Pasalnya, dari rekaman CCTV terlihat pelaku berwajah Rusia dan Timur Tengah.

Dalam aksi itu, ujar Rahmat, pelaku diketahui berhasil mencuri uang sebesar Rp2,7 miliar dari 83 nasabah Bank Sumut. Ia menuturkan, total uang yang ingin dibobol para pelaku sebenarnya Rp4,5 miliar, namun sisanya tidak bisa ditarik lantaran Bank Sumut langsung memblokir transaksi dengan bank luar."Itulah yang menyebabkan kami masih bisa mencegah sisanya tidak bisa diambil. Jadi yang bisa kita selamatkan ada Rp1,8 miliar yang ditolak transaksinya," jelasnya.

Meski begitu, Rahmat mengatakan bahwa uang nasabah yang hilang di rekening akibat kejadian tersebut sudah diganti oleh pihak Bank Sumut. Ia juga mengimbau kepada para nasabah untuk segera melapor ke Bank Sumut jika saldo rekening mereka tiba-tiba berkurang.

"Seluruh kerugian nasabah sudah kami ganti. Nasabah juga kami sudah hubungi agar mengganti ATM-nya ke cabang terdekat. Uang tabungan sudah masuk tapi tidak bisa ditarik, ganti dulu kartunya," tukasnya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS