Putin Resmi Akui 2 Wilayah Ukraina Milik Rusia, Joe Biden: Tidak Setuju!

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden (Foto: Parboaboa/Felix)

PARBOABOA, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi mengakui kemerdekaan dua wilayah Ukraina, Kherson dan Zaporizhzhia di Ukraina sebagai milik Moskow. Hal ini tertuang dalam dekrit yang diteken pada Kamis (29/09/2022) waktu setempat.

"Mengakui kedaulatan dan kemerdekaan wilayah Kherson dan Zaporizhzhia, berlaku sejak hari penandatanganan," tulis dokumen yang dilaporkan oleh Russia Today itu, dimuat Jumat (30/9/2022).

Dalam dokumen tersebut, Putin mengacu pada prinsip dan norma yang diakui secara universal dari hukum internasional, prinsip persamaan hak dan penentuan nasib sendiri rakyat, diabadikan dalam Piagam PBB.

Selain kedua wilayah itu, Rusia juga berencana mengambil dua wilayah Ukraina lainnya di timur negara eks Uni Soviet itu yakni Donetsk dan Luhansk.

Juru bicara pemerintah Rusia atau Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Putin akan mendeklarasikan secara resmi pencaplokan empat wilayah Ukraina itu hari ini, Jumat (30/9).

"Besok di Aula Georgia di Istana Negara Kremlin pukul 15.00, akan digelar upacara penandatanganan untuk memasukkan wilayah baru ke Rusia," ujar Peskov pada Kamis (29/9).

Empat daerah itu membentang di perbatasan Rusia dan Ukraina. Daerah-daerah itu menyambungkan Rusia dengan wilayah Ukraina yang mereka caplok sebelumnya pada 2014 lalu, Crimea.

Jika sudah berada di bawah kuasa Rusia, warga di negara itu tentu harus mematuhi aturan Negeri Beruang Merah, termasuk wamil.

Namun di lain sisi, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bersumpah tak akan pernah mengakui hasil referendum di empat wilayah Ukraina yang mendukung bergabung dengan Rusia.

"Saya ingin menjadi sangat jelas tentang ini. Amerika Serikat tidak akan pernah, tidak akan pernah mengakui klaim Rusia di wilayah kedaulatan Ukraina," kata Biden saat bertemu dengan para pemimpin Kepulauan Pasifik di Washington, seperti dikutip dari AFP, Jumat (30/9).

Biden menuding referendum di empat wilayah Ukraina tersebut palsu. Menurutnya, hasil referendum itu juga sudah diatur oleh Rusia. Biden bahkan mengecam segala tindakan Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Ukraina.

"Kehendak sejati rakyat Ukraina terbukti setiap hari saat mereka mengorbankan hidup mereka untuk menyelamatkan rakyat mereka dan mempertahankan kemerdekaan negara mereka," kata Biden.

"Serangan Rusia ke Ukraina dalam mengejar ambisi kekaisaran Putin adalah pelanggaran mencolok terhadap Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar kedaulatan dan integritas teritorial," lanjutnya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS