Kala Dialog Perdamaian Berlangsung, Rusia Malah Serang Kota Kharkiv

Pertemuan Delegasi antar Rusia dan Ukraina (Foto: AFP)

PARBOABOA, Siantar - Sesuai permintaan Ukraina, Rusia setuju mengadakan dialog terkait perang yang berlangsung sejak Kamis (24/2) lalu. Mereka pun mengirim perwakilan Moskow untuk pergi ke Ibu Kota Belarusia.

Seperti diketahui, perundingan antara Kiev dan Moskow dijadwalkan berlangsung pada Senin (28/2) sekitar pukul 13.00 waktu setempat di perbatasan Belarus.

Namun di tengah perundingan tersebut, sederet roket Rusia dilaporkan menghantam beberapa wilayah di Kharkiv yang merupakan kota terbesar kedua di Ukraina.

Serangan itu terekam dalam beberapa video yang beredar di media sosial. Video tersebut menunjukkan beberapa roket meledak bersamaan di bagian perumahan di lingkungan Saltivka di timur laut Kharkiv, dekat dengan supermarket.

Menurut Dewan Kota Kharkiv, serangan roket Rusia tersebut menewaskan seorang perempuan dan melukai 31 orang lainnya terdiri dari 15 personel militer dan 16 warga sipil. Ia menggambarkan situasi di Kharkiv sebagai mimpi buruk.

"Kharkiv baru saja menjadi sasaran penembakan roket Grad besar-besaran! Puluhan korban berjatuhan," kata Anton Gerashchenko, seorang penasihat di Kementerian Dalam Negeri Ukraina.

Kota Karkhiv memang telah menjadi target agresi Rusia sejak beberapa hari terakhir. Jaksa Agung Ukraina, Iryna Venediktova, menggambarkan situasi di kota itu semakin memburuk setiap harinya.

"Hari ini lebih mengerikan di Kharkiv daripada kemarin," kata Venediktova melalui akun Facebooknya.

Venediktova pun mengunggah video yang menunjukkan sebuah rudal yang menabrak jendela dapur dan merobek kaki seorang wanita yang kemudian meninggal di rumah sakit.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut bahwa invasi Rusia ke negaranya sudah mendekati tanda-tanda pembunuhan massal atau genosida.

Hal ini terlihat sejak hari pertama invasi Rusia yang berlangsung pada 24 Februari lalu. Sebanyak lebih dari 100 orang termasuk warga sipil dan anak-anak telah dinyatakan tewas. Bahkan, Ukraina mengklaim jumlah korban agresi Rusia bisa lebih banyak lagi hingga mencapai sekitar lebih dari 300 orang.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS