Terdapat Patung Soekarno kecil di depan SDN Purwotengah yang merupakan tempat proklamator itu dahulu menempuh pendidikan dasar.

SDN Purwotengah Mojokerto Pertahankan Bangunan Yang Pernah menjadi Ruang Kelas Sukarno

Maraden | Pendidikan | 30-09-2021

PARBOABOA, Mojokerto – SDN Purwotengah, yang terletak Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto, Jawa Timur sepintas terlihat biasa saja tanpa ada hal yang istimewa.

Namun ternyata di sekolah itulah Presiden Pertama sekaligus proklamator Republik Indonesia pernah menempuh pendidikan dasar.

SDN Purwotengah itu semasa penjajahan Belanda dulu disebut Inlandsche School atau sekolah khusus anak warga peribumi. Masyarakat setempat menyebut sekolah itu Sekolah Rakyat "Ongko Loro".

Berbagai literatur menyebutkan, masa kecil Sukarno dihabiskan di beberapa daerah di Jawa Timur, antara lain Surabaya, Ploso (Kabupaten Jombang), Mojokerto, Blitar, dan Tulungagung.

Saat tingal di Mojokerto, Soekarno pernah menempuh pendidikan setingkat sekolah dasar di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Dia diperkirakan belajar di sekolah rakyat "Ongko Loro” pada rentang 1909-1912 dari tingkat dua hingga lima.

Saat naik ke tingkat lima, Sukarno kemudian dipindahkan oleh ayahnya ke Europesche Lagere School (ELS) agar lebih memiliki kualifikasi untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya.

Sekolah "Ongko Loro" yang dulu menjadi tempat belajar Soekarno, saat ini menjadi SDN Purwotengah. Di halaman sekolah itu berdiri patung Soekarno yang posisinya lurus dengan pintu gerbang masuk sekolah.

Kepala SDN Purwotengah Kota Mojokerto, Endang Pujiastuti menuturkan, jejak Soekarno yang pernah bersekolah di “Ongko Loro”, salah satunya dibuktikan dengan dokumen SK mengajar yang diterima ayahnya, Raden Soekeni.

Beslit yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Pemerintah Kolonial Belanda, pada 22 Januari 1909 menyatakan Soekeni mendapatkan bertugas mengajar di Mojokerto.

"Ayah Pak Karno, Pak Soekeni, dipindahtugaskan ke Mojokerto tanggal 22 Januari 1909. Tapi Pak Karno sudah di sini sejak 1907," kata Endang, Rabu (29/9/2021).

SDN Purwotengah masih mempertahanankan bangunan semasa pemerintahan kolonial Belanda. Blok bangunan yang masih dipertahankan, yakni sebuah blok bangunan yang terdapat lima kelas, satu bangunan aula, serta satu bangunan yang difungsikan sebagai kantor kepala sekolah.

Salah satu ruangan yang enjadi ruang kelas Soekaro pada masa dulu sengaja dikosongkan dan tidak dijadikan sebagai tempat belajar. Ruangan dengan struktur bangunan tua itu banyak terpasang foto-foto Soekarno, dari masa kecil hingga saat menjabat Presiden RI.

Dalam kelas itu pula terdapat bangku belajar dari kayu, serta papan tulis yang diyakini digunakan Bung Karno saat belajar di sekolah itu. Terdapat pula rak di sudut belakang ruangan yang berisi buku-buku tentang Bung Karno.

Endang menuturkan, sekolah yang dipimpinnya itu telah diusulkan sebagai tempat yang menjadi rekam jejak Soekarno. Perbaikan gedung dari generasi ke generasi, telah dilakukan, namun khusus untuk bangunan yang menjadi ruang kelas Soekarno, hanya dilakukan perawatan secukupnya tanpa merubah bentuk aslinya.

"Bangunan ini masih bangunan lama, tidak dirubah. Aula sama kantor kepala sekolah juga masih bangunan lama," ujar Endang.

Tag : #pendidikan    #proklamator indonesia    #soekarno    #bung karno    #sekolah bung karno   

Baca Juga