Sekjen PBB Minta China dan AS Perbaiki Hubungan Sebelum Tercipta Perang Dingin

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres

PARBOABOA, Wanshington - Melihat adanya potensi perang dingin antara Amerika Serikat dan China, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres meminta agar China dan AS segera memperbaiki hubungan.

Antonio Guterres mengatakan, dua kekuatan ekonomi utama dunia harus bekerja sama dalam berbagai hal, termasuk iklim, teknologi, hak asasi manusia, hingga kedaulatan di Laut China Selatan.

Persaingan antara AS dan China akan membawa bahaya, mengingat kedua negara adalah negara adikuasa.

Bahkan situasi Perang Dingin baru yang bisa diciptakan China dan AS mungkin bisa lebih berbahaya daripada perang dingin yang pernah terjadi antara AS dan Uni Soviet di masa lalu.

“Kita harus menghindari Perang Dingin yang akan berbeda dari yang lalu, dan mungkin lebih berbahaya dan lebih sulit untuk dikelola,” ucap Guterres, dikutip dari Associated Press, Selasa (21/9).

Perang Dingin sebelumnya yang dimaksud Guterres adalah perang antara Uni Soviet dan kelompok negara sekutunya di timur dan AS dengan negara-negara sekutunya di barat setelah Perang Dunia II.

Perang Dingin yang kemudian berakhir karena Uni Soviet terpecah pada 1991 itu merupakan perang dua negara berkekuatan nuklir dan dua negara berbeda ideologi. Uni Soviet berideologi komunisme dan otoritarianisme, sementara AS berideologi kapitalisme dan demokrasi.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS