Pengerajin Peti Mati Kebanjiran Pesanan Disaat Pandemi Covid-19

Senang Campur Sedih, Cerita Pengrajin Peti Mati Yang Banjir Pesanan

maraden | | 07-07-2021

Jakarta. Meningkatnya angka kasus Covid-19 menyebabkan angka kematian melonjak naik. Hal ini juga membuat permintaan peti mati untuk pemakaman juga meningkat dan membuat pengrajin kewalahan.

Suherman (45), salah satu pekerja di perusahaan pengerajin peti mati Yayasan Sahabat Duka mengatakan dalam sehari, dia dan dua pekerja lainnya bisa menggarap sebanyak 15 peti jenazah..

"Dalam satu hari bisa 15-20 pesanan, padahal biasanya kisaran kurang dari 10 per hari. Malahan waktu itu pernah sampai 40 per hari," katanya, pada †Rabu (23/06/2021).

Dengan banyaknya pesanan peti mati dari RS rujukan Covid-19, membuat ia dan beberapa rekan kerjanya harus bekerja dengan ekstra.

Bahkan sering kali ia dan rekannya harus bekerja dari pagi hingga malam untuk memenuhi pesanan.

Suherman mengaku merasa sedih sekaligus berrsyukur, disatu sisi dia merasa sedih karena pandemi yang membuat banyak orang meninggal, tetapi di juga bersyukur karena dibalik pandemi dia mendapatkan rejeki lebih.

"Bukannya bahaggia diatas musibah ya, cuma ya memang rejekinya dari bikin peti. Kewalahan sih memang, tapi Alhamdulillah rejekinya jadi nambah," ujarnya.

Dalam pembuatan peti mati untuk jenazah Covid-19, Herman menyebut, bahwa peti yang dibuatnya itu berbeda dari peti mati umum. Peti untuk jenazah pasien Covid-19 harus dilapisi dengan plastik, aluminum foil, dan pada bagian penutup peti dilapisi perekat untuk mencegah masuknya udara.

"Karena kalau untuk jenazah Covid-19 untuk mencegah petugas pemakaman tertular, prosedur ini merupakan bagian dari protokol pemulasaran jenazah pasien Covid-19," ungkapnya.

Suherman mengatakan dirinya juga pernah mendapatkan order dari Pemprov DKI Jakarta yang memesan peti dalam jumlah yang banyak. Jumlahnya berkisar 15 sampai 30 peti jenazah dengan waktu pengerjaan hanya dua pekan. Setelah pengerjaan selelsai, kemudian segera dikirim menuju kantor Dinas Pertamanan dan Pemakaman yang berlokasi di Jalan K.S. Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat.

Ketika ditanya berapa harga peti mati yang dijualnya, Suherman enggan menjelaskan lebih rinci. Menurutnya, peti mati yang telah jadi langsung diambil oleh pihak rumah sakit untuk memakamkan korban Covid-19.

Di akhir dirinya juga turut berpesan kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan.

Tag : #metropolitan    #nasional    #kesehatan   

Baca Juga