Seorang Bocah Arungi Sungai dengan Styrofoam agar Sampai ke Sekolah, Camat Setempat Beri Tanggapan

Seorang bocah dengan seragamnya menyebrangi sungan dengan styrofoam mendadak viral

PARBOABOA, Sumsel - Sebuah video mengharukan tengah viral saat ini yang menampilkan seorang bocah lengkap dengan seragam sekolah nekat menyebrangi sungai dengan styrofoam. Pengunggah menyertakan narasi bahwa bocah itu menyeberangi sungai naik busa (styrofoam) demi ke sekolah karena tidak ada akses jembatan.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel). Camat setempat juga ikut membenarkan kejadian tersebut.

"Iya benar, informasi dari Kades di sana memang anak kecil yang naik busa di video itu warga kita. Itu kejadiannya di Desa Kuala Dua Belas dekat laut arah ke Selat Bangka," kata Camat Tulung Selapan, Jeni, saat dimintai konfirmasi.

Jeni mengatakan memang tak ada akses jembatan di sungai dengan lebar sekitar 20 meter tersebut. Namun, katanya, warga biasa menyeberang dengan menggunakan perahu getek.

"Memang jembatan untuk menyeberang tidak ada, tapi selama ini warga di sana sudah terbiasa sejak lama pakai perahu getek untuk menyeberangi sungai yang lebarnya 20 meter itu," ucapnya.

Namun ia mengatakan, hal itu hanya permainan anak-anak di sana.

"Itu hanya permainan, ala bisa karena biasa. Itu anak naik busa (styrofoam) di sungai bukannya berangkat ke sekolah, tapi sepulang dari sekolah," kata Camat Tulung Selapan, Jeni, kepada wartawan, Kamis (23/9).

Anak-anak di wilayah itu kadang tak mau dijemput orang tua dan memilih pulang dengan menggunakan styrofoam menyeberangi sungai. Dia mengatakan warga di sana sudah terbiasa melihat hal itu.

Dia menjelaskan hal itu untuk meluruskan narasi soal bocah tersebut menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah dalam video yang viral di media sosial. Menurutnya, perekam video berlebihan.

Meski demikian, dia tetap berharap ada bantuan untuk pembangunan jembatan di desa tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan bakal mempercepat dan mempermudah akses warga menyeberangi sungai.

Daerah tersebut diketahui memang merupakan daerah perairan, yang sebagian besar masyarakatnya tinggal di dataran sungai. Perahu ketek dan spedboat menjadi sarana angkutan mereka.

Untuk mencapai daratan pun butuh waktu yang cukup lama memakan waktu berjam-jam hingga 2 sampai 3 jam. Namun sayang, sarana untuk ke sekolah bagi anak didik tidak begitu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Oki. Padahal, anak sekolah merupakan generasi penerus yang seharusnya diutamakan.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS