Taliban kunjungi Norwegia untuk pertama kalinya (dok AFP/KARIM JAAFAR)

Taliban Temui Perwakilan Negara Barat di Norwegia

Rini | Internasional | 24-01-2022

PARBOABOA, Norwegia - Keadaan krisis keuangan di Afghanistan setelah berkuasanya Taliban semakin mengkawatirkan, terlebih dengan berlakunya sejumlah sanksi dari AS kepada kelompok militan tersebut, termasuk pembekuan aset Bank Sentral Afghanistan yang bernilai miliaran dollar Amerika.

Taliban sebelumnya sudah berulangkali meminta agar aset tersebut dicairkan oleh negara-negara Barat agar pemulihan ekonomi di Afghanistan dapat segera dilakukan. Namun karena permintaan itu belum diwujudkan sampai saat ini, Taliban kemudian mengambil langkah untuk melakukan perundingan dengan sejumlah negara-negara barat.

Perundingan yang akan berlangsung selama 3 hari di Ibu Kota Oslo sejak Minggu (23/1) akan membahas mengenai aliran bantuan kemanusiaan bagi warga Afghanistan dan pencarian aset negara yang selama ini dibekukan. Dimana perundingan ini akan dihadiri perwakilan Taliban, perwakilan pemerintah negara Barat dan tokoh masyarakat Afghanistan.

Norwegia dengan tegas mengatakan jika perundingan ini bukan bentuk pengakuan pemerintahan Taliban di Afghanistan, namun upaya yang dilakukan untuk mencegah memburuknya bencana kemanusiaan yang terjadi di negara tersebut.

“Pertemuan-pertemuan ini tidak mewakili legitimasi atau pengakuan terhadap Taliban. Tapi kita harus berbicara dengan otoritas yang berkuasa di Afghanistan. Kami tidak bisa membiarkan situasi politik mengarah pada bencana kemanusiaan yang lebih buruk lagi," kata Menteri Luar Negeri Norwegia, Anniken Huitfeldt, dikutip dari Reuters, Senin (24/1).

Seperti diketahui Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan sejak bulan Agustus tahun lalu. Sejak penguasaan itu keadaan di negara tersebut penuh dengan kekacauan, serangan teroris, dan ancaman kelaparan.

Perserikatan Bangsa Bangsa mengatakan jika kelaparan mengintai setidaknya 23 juta warga Afghanistan, yang mana 5 juta orang diantaranya merupakan anak-anak.

Adapun krisis yang terjadi di Afghanistan ini terjadi setelah berhentinya bantuan dari sejumlah negara, padahal sebelumnya 80 persen anggaran Afghanistan bergantung pada bantuan internasional.

Tag : #afghanisan    #taliban    #norwegia    #taliban ke norwegia    #internasional   

Baca Juga