Tangerang Selatan Jadi Wilayah Paling Berpolusi pada Mei 2023

Kualitas udara Tangerang Selatan tidak sehat sepanjang Mei 2023 bagi kelompok sensitif maupun umum berdasarkan keterangan Indonesia Air Quality (air quality index). (Foto: Parboaboa/Bina Karos)

PARBOABOA, Jakarta – Berdasarkan data dari Nafas (Indonesia Air Quality), Tangerang Selatan menjadi daerah paling berpolusi pada Mei 2023.

Sepanjang Mei 2023, kualitas udara Tangerang Selatan polutan utamanya berada di PM 2,5, atau tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Hal ini juga dikeluhkan oleh Dokter Spesialis Anak, Shela Putri Sundawa melalui akun Twitter pribadinya @oxfara pada Senin, 29 Mei 2023.

Shela mengatakan bahwa dalam sepekan terakhir, banyak anak mengalami sakit pilek yang diduga murni infeksi atau bisa juga sebab kualitas udara yang tidak sehat.

Selain anak-anak, Suga BTS juga mendadak batuk-batuk saat menggelar konser tiga hari berturut-turut di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD) pada 26-28 Mei 2023.

Pasalnya, menurut pantauan dari sensor Nafas, kualitas udara di Tangerang Selatan pada periode tersebut menjadi wilayah paling berpolusi dan telah memasuki kategori tidak sehat se-Jabodetabek.

Selain itu, Tangerang Selatan juga berada di peringkat pertama kota paling berpolusi di Indonesia yang disusul oleh Bekasi, Bogor, Tangerang, dan Depok. Mengalahkan Jakarta yang selalu disebut-sebut sebagai kota paling berpolusi.

Berdasarkan keterangan dari Indonesia Air Quality, sepanjang bulan Mei 2023, tak ada satu pun wilayah di Tangerang yang kualitas udaranya masuk dalam kategori sehat.

Di mana, Panunggangan Utara menjadi daerah dengan polusi tertinggi di Tangerang. Lalu, disusul oleh Cipadu, Lengkong Kulon, Sampora, dan Karawaci.

CFD di Mei 2023 Berpolusi Tinggi

Indonesia Air Quality menyatakan bahwa pelaksanaan Car Free Day (CFD) di bulan Mei 2023 juga ‘diramaikan’ oleh polusi tinggi.

Dari empat kali pelaksanaan CFD pada 7, 14, 21, dan 28 Mei, tiga hari di antaranya memasuki kualitas udara dengan kategori tidak sehat, baik untuk kelompok sensitif maupun kelompok umum.

Artinya, pada periode tersebut, warga berolahraga di saat kondisi polusi yang tinggi.

Padahal, berdasarkan penelitian dari Seoul National University, kelompok orang yang berada di usia 20-35 dan rutin berolahraga dalam kondisi polutan utamanya PM 2,5 selama 10 tahun, bakal memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak berolahraga sama sekali.

Oleh karenanya, Indonesia Air Quality mengingatkan agar masyarakat mengecek terlebih dahulu kualitas udara sebelum keluar rumah.

Editor: Maesa
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS