Teriakan Histeris dari Tiga Rumah Terbakar di Pematang Siantar

Kebakaran menghanguskan tiga bangunan di Jalan Sangnawaluh, Sabtu (25/03/2023) pukul 04.20 WIB. Penyebabnya diduga dari percikan api tabung gas. Tiga korban mengalami luka-luka. (Foto: PARBOABOA/Krisna)

PARBOABOA, Pematang Siantar - Kebakaran menghanguskan tiga bangunan di Jalan Sangnawaluh, Sabtu (25/03/2023) pukul 04.20 WIB. Penyebabnya diduga dari percikan api tabung gas. Tiga korban mengalami luka-luka.

Informasi yang didapat di lokasi kejadian dengan mewawancarai salah satu pemilik rumah yang ikut terbakar, Tongar (57) mengatakan, tiga bangunan yang terbakar yakni rumah tinggal, rumah makan dan tempat berjualan gorengan.

Saat itu, katanya, ada suara teriakan saat menjelang subuh dari rumah makan. Sebagian warga yang baru usai makan sahur pun terkejut, karena berpikir ada perampokan.

Beberapa menit kemudian, lanjutnya, terdengar suara letupan-letupan, disertai warna merah api dan asap dari lokasi kebakaran. Warga sekitar berdatangan ke lokasi, tetapi tidak dapat membantu memadamkan, karena sudah berkobar. 

"Hanya jerit-jerit histeris yang mewarnai suasana," ucapnya.

Dia menerangkan, sekitar pukul 04.30 WIB, tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) turun ke lokasi. Api berasal dari pemilik rumah makan yang saat itu sedang bergegas menyiapkan menu sahur. Saat menyalakan kompor, terdengar suara meletup dari tabung gas dan keluar percikan api dari tabung gas, lalu menyebar ke seluruh bagian rumah.

"Kan selang gasnya panjang sampai tiga rumah, jadi karena terbakar dari satu rumah, maka ikut juga rumah lain terbakar," katanya.

Tongar menyebut, pemilik rumah makan adalah suami istri. Mereka menjadi korban luka bakar, sementara anaknya mengalami patah tulang karena lompat dari lantai dua dan sudah dilarikan ke rumah sakit. 

"Sementara itu ya kami juga mengalami kerugian, uang, motor dan hp serta semua dokumen penting hangus terbakar. Tidak ada sisa," jelasnya.

Tongar menjelaskan, pemadam kebakaran sangat lama datang, membuat api cepat merembet ke rumah lainnya.

"Kalau cepat tadi pemadam kebakaran dari Pemko mungkin, dua rumah gak ikut terbakar. Di tambah lagi kurang cepat juga pemadam ya, mungkin karena satu itu selang nya. Tapi pemadam Sekitar pukul 04.50 WIB, mobil damkar milik STTC Pematang Siantar yang berkapasitas dua kali lipat dari damkar Pemko, turun ke lokasi dan segera turun tangan melakukan pemadaman. Kalau gak ada pemadam dari STTC mungkin rumah lainnya ikut juga terbakar," jelasnya.

Sementara seorang ibu yang juga korban kebakaran, terduduk lemas sembari menangis di atas batu konblok, dengan memandangi rumahnya yang hangus. “Bagaimanalah ini… bagaimanalah ini,” ucapnya sedih.

Api diduga dari satu unit rumah yang digunakan untuk berjualan nasi. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan tentang penyebab kebakaran.

Editor: RW
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS