Terkendala Izin, Berikut Deretan Negara yang Siap Bantu Maroko Pascagempa

Gempa dengan magnitudo 6,8 mengguncan Maroko dan menewaskan lebih dari 2.000 orang. (Foto: X/@SecKermani)

PARBOABOA, Jakarta - Sejumlah negara menyatakan keinginannya membantu Maroko yang baru saja diguncang gempa dengan magnitudo 6,8 pada Jumat (8/9/2023) malam. 

Bantuan berupa tim yang akan membantu proses pencarian dan evakuasi, dana, layanan darurat medis dan sebagainya telah disiapkan sejumlah negara. 

Namun bantuan tersebut urung dikirim karena masih harus menunggu izin dari pemerintah Maroko.

Berikut sejumlah negara yang berniat membantu Maroko namun masih terhalang perizinan: 

1. Tunisia 

Sebuah tim pendukung upaya pencarian dan penyelamatan telah siap berangkat namun masih menunggu izin dari pemerintah Maroko. 

2. Spanyol

Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares mengatakan Spanyol akan mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan serta barang-barang bantuan. 

Namun mereka masih menunggu permintaan bantuan resmi dari pemerintah Maroko. 

3. Prancis 

Kementerian Luar Negeri menyatakan sedang mengaktifkan dana kontribusi pemerintah regional untuk mendukung aksi solidaritas. Pada tahap ini hampir 2 juta euro ($2,14 juta) telah dijanjikan untuk pemerintah Maroko. 

Sejumlah perusahaan Perancis juga telah menghubungi kementerian bermaksud ingin berkontribusi membantu Maroko. 

4. Israel 

Layanan darurat medis dan bencana nasional Magen David Adom Israel mengaku telah menghubungi presiden Bulan Sabit Merah Maroko dan menawarkan bantuan.

5. ALjazair 

Aljazair telah memutuskan hubungan dengan Maroko dua tahun lalu. Namun dalam bencana ini, negara itu membuka wilayah udaranya untuk penerbangan kemanusiaan dan medis ke Maroko. 

Kepresidenan Aljazair juga mengaku siap memberikan bantuan kemanusiaan dan menawarkan semua materi dan kemampuan sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Maroko. Namun itu akan terjadi jika Maroko mengajukan permintaan bantuan secara resmi. 

Hingga saat ini, setidaknya 2.000 orang tewas dalam gempa paling fatal yang melanda negara itu sejak tahun 1900. 

Angka terbaru Kementerian Dalam Negeri menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 2.012 orang. Sebanyak 2.059 orang terluka, termasuk 1.404 orang dalam kondisi kritis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, lebih dari 300.000 orang terkena dampak bencana tersebut.

Maroko telah mengumumkan tiga hari berkabung. Raja Mohammed VI menyerukan agar doa bagi korban tewas diadakan di masjid-masjid di seluruh negeri pada Minggu.

Editor: Umaya khusniah
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS