Tertangkap! Pelaku Penembakan New York Terancam Penjara Seumur Hidup

Frank R. James akhirnya menyerahkan diri kepada polisi 30 jam setelah melakukan penembakan di stasiun kereta bawah tanah di Mew York, AS.

PARBOABOA, Pematangsiantar - Setelah perburuan selama 30 jam, pihak kepolisian New York (NYPD) pada Rabu waktu setempat akhirnya menangkap pelaku penembakan di stasiun kereta bawah tanah yang melukai belasan orang. 

Dilansir Associated Press, Kamis (14/4/2022), Frank R. James didakwa melakukan tindakan teror dengan ancaman penjara hingga seumur hidup.

Jaksa Breon Peace mengumumkan dakwaan ini tak lama setelah James ditangkap di distrik Manhattan Lower East Side. 

Peace mengatakan, pria 62 tahun itu didakwa melanggar hukum yang melarang aksi "teroris dan serangan kekerasan lainnya di sistem transportasi massa." Jika terbukti bersalah, James terancam penjara seumur hidup.

NYPD dapat menangkap James karena kepada aparat ia dengan sukarela memberi tahu langsung keberadaannya, yaitu di gerai McDonald's, Manhattan. 

Polisi masih mendalami motif James melakukan serangan membabi-buta itu. Sejauh ini, menurut polisi, James merasa marah dan muak dengan kondisi di AS. 

Ia memiliki keresahan tentang segala hal, seperti rasisme, wali kota baru New York, kondisi pelayanan kesehatan mental, tragedi 9/11, dan invasi Rusia ke Ukraina. 

Dalam dakwaan federal disebutkan James menyalahkan Wali Kota New York Eric Adam atas banyaknya gelandangan di kota itu. 

"Di setiap gerbong kereta yang saya naiki, selalu saja penuh oleh gelandangan. Ini buruk sekali, saya tak kuat lagi," kata James dalam sebuah videonya yang diunggah pada 27 Maret. 

Ia juga mengeluhkan tentang perlakuan yang diterima warga kulit hitam melalui video yang diunggahnya 6 April lalu. 

"Ini artinya, saya harus memiliki pistol dan mulai menembak," katanya dalam video tersebut. 

James melakukan penembakan di dalam kereta bawah tanah New York pada Selasa. Aksi itu bermula ketika ia menaiki kereta bawah tanah yang sedang berjalan menuju Manhattan.

Menjelang ketibaan di stasiun Manhattan, ia membuka tasnya, kemudian melempar granat asap. James kemudian melepaskan 33 tembakan secara membabi buta. Setibanya di stasiun, para penumpang langsung berhamburan.

Akibat aksi James, 10 orang menderita luka tembak, lima di antaranya dalam kondisi kritis. Sementara itu, belasan orang lainnya juga dirawat karena menghirup asap di kereta itu.

Sebelum aksi ini, James juga sudah sembilan kali ditangkap di New York sejak 1992 hingga 1998. Ia pernah didakwa terkait kepemilikan senjata, perampokan, hingga pelecehan seksual.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS