Tiga Pekerja Tewas dan Lima Pingsan akibat Menghirup Gas Beracun di Pabrik Pengolahan Aspal

Piolisi dan BPBD Demak memeriksa pabrik aspal di Desa Mranak, Wonosalam, Demak, Jawa Tengah.

PARBOABOA, Demak – Tiga orang tewas akibat menghirup gas beracun di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sedangkan lima lainnya pingsan dan harus mendapatkan pertolongan daruruat. Kedelapan korban merupakan pekerja di sebuah pabrik yang memproduksi aspal di desa Mranak, Wonosalam, Demak, Jawa Tengah.

Kecelakaan kerja itu terjadi pada Selasa (5/10/2021). Ketiga korban meninggal itu yakni Alfadilhil Alamul  (22), Abdul Rosul (32) dan Budi Lanjar Utomo (27).

Dari keterangan saksi Marmin (66) yang juga pekerja di sana, mengatakan kecelakaan terjadi saat dua pekerja yakni Alfadilhil dan Abdul Rosul masuk ke bak produksi untuk memeriksa bak penampungan produksi aspal. Keduanya diduga menghirup gas beracun.

Kemudian seorang korban lain Budi Lanjar Utomo (27) mencoba masuk bak untuk membantu kedua rekannya. Namun dia langsung merasa sesak nafas dan terjatuh kedalam bak aspal setelah sempat berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan itu, dua pekerja, yaitu Listiyo Diyaul Haq (22) dan dan Ali Firdaus (22) mencoba menolong, namun belum sempat turun dalam bak produksi aspal, kedua pekerja ini juga pingsan. Kemudian tiga pekerja lainnya datang menolong dan berhasil menarik Listyo dan Firdaus. Namun ketiganya pingsan setelah berhasil menolong rekannya.

Petugas BPBD yang datang kemudian mengevakuasi para korban ke Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSINU) Demak. Namun tiga pekerja yaitu Alamul Huda Alfadilhil, Abdul Rosul dan Budi Lanjar Utomo tidak bisa diselamatkan dan mehembuskan nafas terakhir di perjalanan menuju Rumah Sakit. Sedangkan lima korban lainnya masih dalam perawatan intensif.

Tenaga medis RSINU Demak menyebut ketiga korban meningggal dunia akibat terlalu banyak menghirup gas beracun.

Sehari setelah peristiwa itu, garis polisi masih terpasang di lingkungan pabrik produksi aspal tersebut. Lokasi bak produksi aspal juga ditutup sementara guna kepentingan penyidikan, proses produksi di pabrik tersebut juga dihentikan sementara waktu.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS