Turis Jepang Dipalak di Jakarta, Sandiaga Uno Minta Pelaku Pariwisata Ikut Menjaga Tamunya

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dari Partai Gerindra Sandiaga Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)

PARBOABOA, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meminta agar tim manajemen krisis kepariwisataan dengan para pelaku wisata ikut membantu menjaga para tamunya. Hal tersebut berkaitan dengan kasus pemalakan yang dialami turis Jepang di Jakarta.

"Kami sudah memberikan perintah, instruksi kepada tim manajemen krisis kepariwisataan untuk berkolaborasi dan berkoordinasi," kata Sandiaga Uno dalam pertemuan mingguan bersama media, Senin (24/10/2022).

"Dipimpin oleh Pak Fajar Utomo, sebagai staf ahli menteri bidang manajemen krisis untuk melakukan langkah-langkah mitigasi dan mengimbau pelaku pariwisata terutama petugas hotel dan instansi terkait untuk mengingatkan para wisatawan untuk tetap alert, berhati-hati dalam berwisata. Terutama juga menyiapkan diri," jelas Sandiaga.

Sandiaga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Dia juga mengapresiasi kinerja dari pihak kepolisian yang telah bergerak cepat untuk mengusut kejadian tersebut.

"Karena kita tidak ingin kejadian-kejadian yang rawan kejahatan tersebut mencoreng pariwisata Indonesia, mengurangi reputasi kita. Dan kita mengapresiasi pihak kepolisian yang telah bergerak cepat membantu turis tersebut yang mengalami tindak kejahatan untuk ditangani," ucapnya.

Sebelumnya, ramai beredar video pemalakan yang dilakukan dua orang terhadap turis asal Jepang yang terjadi di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2022).

"Turis dipalak Rp 200.000, kedua pelaku mendapatkan masing-masing Rp 100.000," kata Kapolsek Sawah Besar AKP Patar Bona, Rabu (19/10/2022), seperti dikutip dari kompas.com.

Saat dilakukan tes urine, kata Bona, kedua pelaku, yakni DA (33) dan TS (25) terdeteksi positif narkoba jenis metamfetamine.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS