12 Hari Invasi Berlangsung, Ukraina Klaim Berhasil Tewaskan 11 Ribu Orang Pasukan Rusia

Kerusakan di Ukraina (dok Reuters)

PARBOABOA, Ukraina - Invasi Rusia ke Ukraina belum mereda dan semakin menjadi-jadi di hari ke-12 perang pecah. Kerusakan parah di Ukraina sudah tak terjelaskan dengan kata-kata, karena rudal-rudal negara lawan mereka terus menghantam.

Di tengah peliknya kondisi kedua negara bertetangga ini, hingga hari ini perundingan untuk gencatan senjata masih belum disepakati. Masyarakat sipil yang tinggal di negara tersebut turut terimbas, selain tempat tinggal mereka yang dibombardir pasukan lawan, mereka juga bisa kehilangan nyawa kapan saja.

Seperti yang terjadi kepada Wali Kota Gostomel, Yuri Illich Prylypko yang meninggal dunia setelah tertembak oleh pasukan Rusia, saat dirinya sedang membagikan roti kepada masyarakat yang saat ini terpuruk akibat perang. Kematian Prylypko ini dikonfirmasi dari akun Facebook pemerintah Kota Gostomel pada Senin (7/3).

"Kepala Gostomel, Yuri Illich Prylypko, meninggal saat membagikan roti kepada yang lapar dan obat-obatan kepada yang sakit," demikian bunyi penyataan tersebut, dikutip dari AFP.

Lebih lanjut pernyataan tersebut menjelaskan, jika saat sang wali kota ditembak, ada dua orang warga sipil lainnya yang juga ikut menjadi korban. Namun identitas kedua warga tersebut dan kronologi kejadian tersebut tidak dijelaskan.

Dalam pernyataan tersebut dijelaskan, Wali Kota Gostomel tersebut sebenarnya tidak dipaksa untuk ikut dalam pertempuran, dia bahkan di izinkan untuk berlindung untuk menyelamatkan nyawanya. Namun karena hati nuraninya tergerak untuk membantu masyarakatlah yang menyebabkan kejadian ini menimpanya. Sehingga Prylypko meninggal sebagai pahlawan bagi masyarakatnya.

Selain kematian dari Wali Kota Gostomel ini, PBB telah mengkonfirmasi 351 orang warga sipil Ukraina telah meninggal selama penyerangan. Data ini berbeda jauh dengan klaim yang dikeluarkan pemerintah Ukraina, yang menyatakan jika setidaknya 2 ribu orang telah menjadi korban.

Selain korban dari pihak mereka, pemerintah Ukraina mengeluarkan klaim pada Minggu (6/3), jika sebanyak 11 ribu pasukan Rusia tewas dalam perang. Selain itu 285 tank, 985 sistem artileri, 109 sistem pelontar roket, dan 50 sistem pertahanan udara Rusia berhasil dihancurkam oleh Ukraina. Mereka juga mengklaim berhasil menghancurkan 21 pesawat, 44 helikopter, 48 drone, 2 kapal, dan 447 kendaraan militer Rusia.

Hingga hari ini Selasa (7/3) sejumlah upaya telah dilakukan agar pertumpahan darah dapat segera dihentikan. Bahkan perundingan untuk yang ketiga kalinya rencananya akan segera digelar, demi mencari jalan keluar dari permasalah kedua negara pecahan Uni Soviet ini.

Seperti diketahui, hingga saat ini Ukraina masih belum dapat memenuhi tuntutan dari Rusia terkait status netral negara yang dipimpin oleh Presiden Volodmyr Selensky ini.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS