Xavi Hernandez Tinggalkan Barcelona dengan Rasa Kecewa

Xavi Hernandez, mantan gelandang legendaris Barcelona, meninggalkan posisinya sebagai pelatih Blaugrana dengan rasa kecewa mendalam. Xavi merasa kontribusinya selama 2,5 tahun menangani tim tidak dihargai dengan semestinya. (Foto: Instagram/@fcbarcelona)

PARBOABOA – Xavi Hernandez, mantan gelandang legendaris Barcelona, meninggalkan posisinya sebagai pelatih Blaugrana dengan rasa kecewa mendalam. Xavi merasa kontribusinya selama 2,5 tahun menangani tim tidak dihargai dengan semestinya.

Keputusan ini diumumkan setelah Barcelona mengakhiri musim dengan kemenangan 2-1 atas Sevilla pekan lalu.

Meskipun telah memberikan yang terbaik, Xavi merasa pekerjaannya tidak mendapatkan pengakuan yang layak.

Kepemimpinan Xavi dan Prestasi

Xavi bergabung kembali dengan Barcelona sebagai pelatih pada 2021, menggantikan Ronald Koeman yang meninggalkan klub.

Dalam masa kepelatihannya, Xavi berhasil membawa Barcelona meraih gelar La Liga ke-27 pada musim lalu.

Di bawah asuhannya, tim mencatatkan 90 kemenangan, 23 hasil imbang, dan 29 kekalahan dalam 142 pertandingan.

Meski demikian, Xavi dipecat setelah musim yang penuh tantangan dan tanpa trofi. Rasa kecewa Xavi semakin mendalam karena merasa kerja kerasnya tidak dihargai.

"Saya merasa bahwa semua yang telah saya lakukan dalam 2,5 tahun ini tidak mendapatkan apresiasi yang semestinya," ujarnya kepada The Telegraph.

"Saya pikir kerja keras saya belum dihargai. Tahun ini kami belum mampu melakukan tugas tersebut karena hal-hal yang mendetail. Kami memiliki empat laga penting di mana kami tidak bisa menyelesaikannya dengan baik."

Musim yang Mengecewakan

Musim ini menjadi periode yang sulit bagi Barcelona. Mereka hanya mampu finis sebagai runner-up di La Liga, tertinggal 10 poin dari Real Madrid.

Selain itu, Barcelona juga mengalami kekalahan dari Real Madrid di final Piala Super Spanyol, tersingkir dari Athletic Bilbao di perempat final Copa del Rey, dan didepak Paris Saint-Germain di babak 16 besar Liga Champions.

Pada Januari 2024, Xavi sempat mengumumkan niatnya untuk mundur pada akhir musim. Namun, setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Barcelona, Joan Laporta, Xavi sepakat untuk tetap bertahan.

Sayangnya, Laporta akhirnya memutuskan untuk memecat Xavi setelah satu musim tanpa trofi.

Masa Depan dan Tantangan Baru

Xavi menegaskan bahwa dirinya tidak pergi dengan perasaan lega.

"Kami ingin melanjutkan pekerjaan kami. Ini adalah keputusan klub yang kami hormati, meskipun kami merasa masih ada yang belum selesai," tambahnya.

Dia juga mengakui bahwa tugas pelatih berikutnya akan sangat menantang, mengingat besar tekanan dan ekspektasi di klub sebesar Barcelona.

Calon Pengganti Xavi

Kepergian Xavi menimbulkan banyak pertanyaan tentang masa depan klub dan siapa yang akan menggantikannya. Hingga kini, belum ada nama pasti yang muncul sebagai calon kuat pengganti Xavi.

Presiden Joan Laporta dijadwalkan akan mengadakan konferensi pers dalam beberapa hari mendatang untuk menjelaskan keputusan ini dan memberikan gambaran tentang rencana klub ke depan.

Ucapan Terima Kasih dan Harapan

Para pemain Barcelona menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada Xavi atas dedikasinya. Beberapa pemain senior mengungkapkan bahwa Xavi telah membawa semangat baru dan disiplin yang tinggi dalam tim.

Mereka berharap bahwa klub akan kembali meraih kejayaan di masa mendatang, meneruskan warisan yang telah ditinggalkan Xavi.

Kepergian Xavi menambah daftar panjang pelatih Barcelona yang harus pergi setelah periode yang kurang sukses.

Kini, perhatian tertuju pada siapa yang akan memimpin Barcelona ke depan, dengan harapan dapat mengembalikan klub ke puncak kejayaan.

Editor: Michael
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS