Kisah Yael Noy, Wanita Israel yang Membantu Warga Palestina di Tengah Konflik

Kisah Yael Noy, Wanita asal Israel yang membantu warga palestina yang sakit. (Foto: Istock/Gilnature)

PARBOABOA, Jakarta - Yael Noy, seorang wanita asal Israel, konsisten menjalankan misi kemanusiaan di tengah esklasi konflik Hamas dengan zionis Israel yang terus memanas.

Yael adalah seorang pimpinan organisasi amal bernama Road to Recovery, kelompok sukarelawan Israel yang mengantar warga Palestina yang sakit, terutama anak-anak.

Di bawah pimpinananya, organisasi ini telah membawa ribuan warga Palestina dari pos pemeriksaan di Tepi Barat dan Gaza ke Rumah Sakit Israel. 

Dilansir dari BBC News, Yael mengatakan, apa yang dia lakukan ibarat perang untuk menegakkan moral.

"Saya berjuang untuk tetap bermoral di tengah penderitaan kedua belah pihak," kata Yael.

Yael menambahkan, saat ini, sekitar 1.000 sukarelawan tidak bisa lagi menerima pasien dari Gaza karena daerah di Tepi Barat sedang dikuasi Hamas.

Namun di tengah stuasi sulit ini, ia tetap berusaha agar warga Palestina yang sakit dan rentan bisa diselamatkan. Walaupun dalam perjuangannya itu, ia harus kehilangan 4 orang rekannya.

Ke empat rekan Yael yang tewas adalah Vivian Silver, seorang aktivis perdamaian terkenal; Adi Dagan, yang digambarkan Yael sebagai orang yang lucu dan selalu siap turun tangan mengantar pasien dalam waktu singkat dengan mobil besarnya, Tammy Suchman dan Eli Or-Gad.

Sementara itu, empat relawan lainnya kehilangan anggota keluarga dekatnya pada 7 Oktober 2023 lalu, saat serangan perdana Hamas ke Israel.

Yael adalah seorang pejuang kemanusiaan yang telah lama bertugas membantu mereka yang tertindas. Saat perang di Gaza terjadi, dia mengatakan, kekejaman tak mengubah dirinya untuk membantu warga sipil Israel dan Palestina.

Yael menolak untuk melakukan dehumanisasi terhadap Palestina, atau menyamakan mereka dengan Hamas, yang digolongkan sebagai organisasi teroris di Inggris dan negara-negara lain.

Menurut Yael, sama seperti warga sipil Israel, Palestina adalah korban Hamas. Relawan harus terus membantu mereka, karena itu bukan kesalahan mereka.

Dituduh Membela Palestina

Aksi kemanusiaan Yael dituduh oleh orang-orang Israel, termasuk pamannya sendiri sebagai upaya membela Palestina.

Ia mengaku, saat mengantar warga Palestina melalui pos pemeriksaan di Tepi Barat, tentara Israel selalu menginterogasinya dan selalu memandang sinis apa yang dia lakukan. 

Setiap kali ia berbicara tentang penderitaan anak-anak di Gaza, orang-orang selalu menganggapnya sebagai musuh. Namun ia tidak pernah gentar.

Yael berkata, "saya tidak melakukannya untuk orang-orang Palestina. Saya melakukannya karena ingin bangga menjadi orang Israel. Saya percaya bahwa apakah Anda orang Israel atau Palestina, Yahudi atau Arab, manusia tetaplah manusia."

Yael mengatakan, saat ini beberapa relawan memilih fokus pada pemberian obat kepada pengungsi Israel selama perang berlangsung.

Sementara relawan lain tetap berupaya memastikan, warga Palestina yang sakit di Tepi Barat masih dapat diselamatkan.

Ia mengatakan, organisasi amal ini membutuhkan dukungan dari dunia luar agar dapat terus beroperasi, karena sumbangan dari dalam Israel hampir berhenti.

Meski demikian, Yael yakin bahwa jika memungkinkan, Road to Recovery akan kembali mengumpulkan pasien anak-anak dari Gaza, dengan harapan agar mereka semua dapat selamat.

Editor: Rian
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS