10 Warga Kabupaten Tangerang Meninggal akibat Wabah Leptospirosis

Pada Kamis ()9/03/2023), Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melaporkan terdapat 10 orang meninggal dunia akibat terserang wabah leptospirosis. (Foto: halodoc.com)

PARBOABOA, Jakarta – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melaporkan terdapat 10 orang meninggal dunia akibat terserang wabah leptospirosis atau penyakit yang disebabkan oleh kencing tikus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kab. Tangerang, Sumihar Sihaloho mengataka jika berdasarkan data yang berhasil diperoleh pihaknya, dari jumlah 10 orang meninggal dunia itu terdiri dari 49 kasus. Di mana rata-rata korban terjangkit wabah itu akibat cemaran lingkungan sekitar yang tidak bersih.

“Data dari Januari sampai Desember 2022 ada 49 kasus dan sampai sekarang tahun 2023 ada satu kasus. Dari kasus itu terdapat 10 orang korban meninggal dunia,” kata Sumihar dalam keterangannya di Tangerang, Kamis (09/03/2023).

Kendati telah memakan korban 10 orang, Sumihar mengatakan pihaknya belum menetapkan sebagai wabah kejadian luar biasa (KLB) karena kejadian kasus kali ini tidak terfokus pada daerah tertentu.

Namun, ia mengimbau kepada masyarakat yang bekerja di sektor pertanian agar selalu menggunakan alat pelindung saat melakukan pekerjaan.

“Kami juga tetap mengimbau kepada masyarakat terutama yang bekerja di sektor pertanian agar selalu menggunakan alat pelindung seperti sepatu bot dan sarung tangan serta rajin mencuci tangan,” imbaunya.

Di sisi lain, guna menangani wabah tersebut, lanjutnya, Pemkab Tangerang tengah menyiapkan langkah-langkah pencegahan dan penekanan terhadap penyakit yang berasal dari air kencing tikus ini.

Adapun langkah-langkahnya adalah melakukan surveilans sentinel kasus dengan melakukan pemasangan trap tikus di sekitar tempat tinggal pasien positif leptospirosis serta melakukan pembedahan tikus untuk mengambil sampel yang nantinya akan dicek di BBTKLPP Kemenkes dan Dinkes Provinsi Banten. Selanjutnya, melakukan skrining pada pasien/orang yang bergejala dengan penggunaan rapid test.

“Kemudian kita akan bekerja sama dengan lintas sektoral untuk menggiatkan dan mengedukasi kepada masyarakat desa tempat tinggal pasie,” jelasnya.

Ia menambahkan jika wabah leptospirosis ini merupakan jenis penyakit yang mudah menular di tempat yang lembab, seperti di lokasi banjir dan lain-lain.

“Jadi leptospirosis dapat menyebabkan kematian oleh karena itu diharapkan kewaspadaan dan lakukan pencegahan,” pungkasnya.

Editor: Maesa
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS