7 Makanan Teraneh di Dunia, Ada Yang Udah Basi dan Masih Hidup

7 Makanan Teraneh di Dunia, Ada Yang Udah Basi dan Masih Hidup

Sondang | Selera Nusantara | 18-11-2021

PARBOABOA, Siantar – Salah satu hal yang harus kita lakukan agar tetap hidup adalah makan. Sebagai mahluk hidup, kita memerlukan makanan untuk memberi asupan energi bagi tubuh.

Namun, bagaimana jika makanan tersebut tergolong aneh dan ekstrim? Apakah kamu akan tetap memakannya?

Makanan aneh di dunia memang cenderung dianggap unik dan ekstrem bagi sebagian orang Indonesia. Tentu saja hal ini disebabkan karena lidah dan kebiasaan konsumsi makanan setiap negara berbeda-beda.

Berikut kumpulan makanan aneh di dunia yang sudah Parboaboa rangkum dari berbagai sumber.

1. Egg Century (Telur 1000 Tahun)

Telur Pitan / Telur bitan /telur hitam, atau telur seribu tahun adalah makanan khas Tionghoa yang dibuat dari telur ayam atau itik yang diawetkan di dalam campuran lempung, abu, garam, kapur tohor dan sekam padi selama beberapa minggu atau sampai beberapa bulan, tergantung metode proses.

Selama diawetkan, kuning telur akan berubah menjadi hijau gelap dan menjadi seperti krim dengan bau belerang dan amonia, sementara putih telur berubah menjadi kecokelatan dan sedikit transparan.

Telur berubah dikarenakan adanya material alkalin yang menaikkan PH dari telur menjadi 9 atau lebih. Proses kimiawi ini menghancurkan beberapa kandungan protein dan lemak yang kompleks di dalam telur yang awalnya tidak berasa menjadi berasa dan berbau kuat. Kadang telur memiliki corak-corak seperti cabang pinus di bagian putihnya.

2. Balut

Filipina memiliki satu olahan telur yang terlihat mengerikan sekaligus bikin penasaran bernama balut. Telur isi embrio bebek ini jadi makanan kontoversi yang banyak menuai protes masyarakat.

Berbeda dengan telur biasa, balut merupakan telur berisi embrio bebek. Bayi bebek yang belum sempurna ini kemudian di masak dan dimakan. Kabarnya, balut memiliki rasa gurih dan enak.

Balut mungkin jadi satu makanan kebanggaan bagi masyarakat Filipina tapi bagi masyarakat dunia, hidangan ini dianggap menyiksa hewan.

3. Tuna Eyes (Mata Tuna)

Di Jepang, bola mata ikan Tuna yang masih mentah atau yang sudah diolah biasanya disantap sebagai “cemilan” saat waktu senggang. Hal ini disebabkan karena bola mata ikan Tuna dipercaya dapat menambah stamina. Tentu saja agar pengonsumsi bisa lebih produktif menjalani aktivitas sehari-hari.

Makanan ini terbilang lumayan murah dan banyak dijumpai di toko-toko kelontong Jepang. Rasanya disebut seperti cumi-cumi dan harus direbus dahulu sebelum dimakan.

3. Surstömming (Ikan Busuk)

Makanan berbau busuk biasanya dihindari oleh mayoritas orang. Namun, beda cerita dengan di Swedia. Swedia memiliki makanan khas berbau busuk bernama Surströmming yang berasal dari Kota Malby.

Surströmming adalah ikan haring baltik yang difermentasi, disimpan lebih dari enam bulan dalam campuran garam dan asam laktat. Dengan kata lain, ini adalah ikan busuk yang aman untuk dimakan.

4. Sashimi Katak

Sashimi dalah makanan Jepang berupa hidangan laut yang masih segar dan langsung dimakan dalam keadaan mentah bersama penyedap seperti kecap asin, parutan jahe, dan wasabi.

Namun kali ini berbeda, sashimi dihidangkan dengan daging katak. Katak yang digunakan adalah katak yang masih hidup. Hidangan Jepang ini juga tak kalah mengerikannya.

Dalam satu piring telihat ada seekor katak dengan bagian kaki dipotong dan kepala yang masih utuh hidup dicampur dengan es batu. Bayangkan potongan kaki dan kulit katak disembowelled dan masih menari ketika ditaburi garam.

5. Casu Marzu (Keju Busuk)

Casu marzu merupakan satu dari banyak jenis keju di dunia, yang dinyatakan paling berbahaya. Makanan khas Sardinia tersebut dianggap ilegal, bahkan dinyatakan sebagai keju paling berbahaya di dunia.

Sehingga banyak negara yang melarang keju tersebut untuk dijual secara komersial. Bahan pembuatan casu marzu mirip bahan pembuatan keju lainnya yaitu dari susu domba.

Namun, dalam proses pembuatannya, casu marzu menggunakan bantuan belatung untuk mendapatkan proses pembusukan. Keju tersebut diberi nama casu marzu, yang secara harfiah berarti 'keju busuk'.

Menurut Cheese.com, keberadaan casu marzu juga ekslusif, hanya dapat ditemukan di Pulau Sardinia, Italia.

6. Tuna Eyes (Mata Tuna)

Di Jepang, bola mata ikan Tuna yang masih mentah atau yang sudah diolah biasanya disantap sebagai “cemilan” saat waktu senggang. Hal ini disebabkan karena bola mata ikan Tuna dipercaya dapat menambah stamina. Tentu saja agar pengonsumsi bisa lebih produktif menjalani aktivitas sehari-hari.

Makanan ini terbilang lumayan murah dan banyak dijumpai di toko-toko kelontong Jepang. Rasanya disebut seperti cumi-cumi dan harus direbus dahulu sebelum dimakan.

7. Sup Kalajengking

Di Guangzhou,China kalajengking disulap jadi sup dengan bumbu tradisional yang dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Sup ini dihargai sekitar 25 RMB (Rp49 ribu).

Sup ini dimasak selama tiga jam, semua bahan-bahannya segar, dan mereka percaya bahwa kaldu dari kalajengking ini bagus untuk mengeluarkan racun-racun dari tubuh.

Uniknya, di dalam sup ini memang ada kalajengkingnya tapi tidak bisa dimakan, sehingga diganti dengan daging ular dan sedikit potongan daging babi. Menurut pemilik restoran, kalajengking yang ada di sup tidak untuk dimakan, karena semua khasiat dari kalajengking ini sudah menyatu dengan kuah sup.

Tertarik untuk mencobanya?

Tag : makanan aneh, makanan ekstrim, makanan unik, makanan berbahaya

Berita Terkait