Apa itu Ethereum? Uang Kripto yang Dipakai Buat Beli NFT Ghozali Everyday

Ilustrasi Ethereum

PARBOABOA - Apa itu Ethereum? Seperti kita tahu, belakangan nama Ghozali Everyday ramai dibicarakan. Pasalnya, mahasiswa dengan nama lengkap Sultan Gustaf Al Ghozali itu menjual foto selfie-nya sebagai NFT di marketplace NFT terbesar, OpenSea dan laris manis dengan bayaran Ether.

Lalu, apa itu Ethereum?

Ethereum adalah sebuah platform komputasi terdesentralisasi yang digunakan untuk menjalankan program komputer yang disebut dengan smart contract.

Seperti Bitcoin, dengan Ethereum siapa pun dapat melakukan transfer uang digital tanpa bantuan institusi penengah (bank atau lembaga keuangan lainnya).

Teknologi yang memungkinkan terjadinya transaksi keuangan secara online tanpa institusi penengah ini disebut dengan blockchain. Kapabilitas blockchain Ethereum, akan tetapi, berbeda dengan blockchain Bitcoin.

Blockhain Ethereum memiliki kemampuan yang lebih kompleks dan lebih fleksibel daripada Bitcoin. Hal ini karena Ethereum memperbolehkan developer untuk membuat aplikasi secara bebas di atas blockchain Ethereum.

Dengan smart contract yang ada pada Ethereum, developer dapat membuat berbagai macam aplikasi, termasuk aplikasi pertukaran aset kripto hingga pinjam meminjam aset kripto.

Sejarah Etherum

Ethereum pertama kali diciptakan oleh seorang programmer dari Rusia-Kanada Bernama Vitalik Buterin, yang sebelumnya bekerja di Bitcoin Magazine-sebuah media terkemuka diantara pecinta cryptocurrency.

Ethereum pertama kali diusulkan oleh Buterin pada tahun 2013 dalam dokumen yang berjudul, “Ethereum: The Ultimate Smart Contract and Decentralized Application Platform”.

Dalam dokumen tersebut, Buterin menjabarkan idenya untuk membuat blockchain yang Turing-complete, atau platform komputer terdesentralisasi yang dapat menjalankan aplikasi apapun. Pada tahun 2015, Ethereum secara resmi diluncurkan.

Setelah menarik minat banyak orang serta mendapatkan dukungan teknis dan keuangan, Ethereum Foundation diciptakan. Ini merupakan organisasi nirlaba dari Swiss yang menjadi pengembang Ethereum.

Selain sebagai jenis mata uang kripto, Ethereum memiliki fitur smart contract untuk memastikan integritas di semua node. Setiap kode yang dieksekusi pada satu node dieksekusi dengan cara yang sama pada semua node. Sistem tersebut memungkinkan Ethereum untuk menyebarkan berbagai aplikasi

Dana project Ethereum didapatkan dari sebuah crowdsale yang menjual saham berbentuk Ether. Proses ini juga disebut dengan nama ICO (Initial Coin Offering).

Mirip dengan IPO (Initial Publick Offering) tetapi ICO menyebarkan / menjual digital currency yang berfungsi seperti saham perusahaan.

Seperti blockchain pada umumnya, Ethereum memiliki cryptocurrency-nya sendiri yang disebut ether (ETH). ETH adalah uang digital. Jika anda pernah mendengar tentang Bitcoin, ETH juga memiliki banyak fitur yang sama.

Ethereum murni digital, dan dapat dikirimkan kepada setiap orang di manapun di dunia secara instan. Suplai dari ETH tidak di kontrol oleh pemerintah atau perusahaan apapun - suplainya terdesentralisasi, dengan jumlah yang terbatas.

Orang-orang di dunia menggunakan ETH untuk melakukan pembayaran, sebagai penyimpanan nilai, atau sebagai agunan.

Platform Etherum melahirkan mata uang kripto dengan nama Ether (ETH) dan mulai diperdagangkan pada 7 Agustus 2015. Harganya saat itu adalah USD 2,83 atau sekitar Rp41.035 per kepingnya.

Berdasarkan laporan Bloomberg, Ethereum mulai diminati pada tahun 2017 saat initial coin offering atau ICO menjadi populer. Harganya saat itu mencapai USD 1.200. Popularitas Ethereum melonjak pada tahun 2020 saat proyek decentralized finance (DeFi) berkembang.

Banyak startup yang tertarik dengan Ethereum. Perannya sebagai pilar finansial, pengelolaan pinjaman dan agunan tanpa melibatkan bank atau pialang. Menurut data CoinMarketCap, harga Ethereum terbaru adalah USD 4,429.03 atau sekitar Rp63,3 juta.

Namun seperti halnya mata uang kripto lain, Ether kerap naik turun harga secara dinamis. Bahkan Buterin pernah menyatakan jika mata uang kripto berada dalam bubble. Secara umum, bubble dapat diartikan sebagai sebuah kondisi di mana produk atau aset harganya lebih tinggi dari pada fundamentalnya.

Demikianlah informasi seputar apa itu Ethereum dan sejarah singkatnya. Semoga bermanfaat.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS