Ilustrasi

Update! Harga Bitcoin dkk Anjlok Hingga 17%

Wanovy | Teknologi | 14-06-2022

PARBOABOA - Harga Bitcoin kembali anjlok pada perdagangan Minggu (12/6/2022). Beberapa aset kripto lainnya bahkan jeblok lebih dalam lagi, hal ini membuat pasar kembali melihat terjadinya crypto winter.

Melansir data dari Coin Market Cap, pada pukul 09:50 WIB harga Bitcoin jeblok lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir ke US$ 28.299/koin.

Dalam 7 hari, total pelemahannya sebesar 4,9%. Bitcoin kini berada di dekat level terendah sejak Desember 2020 lalu.

Ethereum, mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia bahkan jeblok lebih dari 9% dalam 24 jam terakhir ke US$ 1.516,75, dan ambrol lebih dari 15% dalam 7 hari terakhir.

Mengutip CNBC, Selasa (14/6/2022) bitcoin cryptocurrency terbesar di dunia turun di bawah USD 23.000, menurut data CoinDesk. Pada satu titik bitcoin turun sekitar 17% untuk diperdagangkan sekitar USD 22.764.

Beberapa dari kerugian itu kemudian dipulihkan, dan sekitar jam 4 sore di Wall Street bitcoin mencapai USD 23.351 dengan kerugian 15 persen.

Selama akhir pekan dan hingga Senin pagi, lebih dari USD 200 miliar telah dihapus dari seluruh pasar cryptocurrency.

Kapitalisasi pasar cryptocurrency turun di bawah USD 1 triliun pada hari Senin untuk pertama kalinya sejak Februari 2021, menurut data dari CoinMarketCap.

Faktor makro berkontribusi pada penurunan di pasar crypto, dengan inflasi yang merajalela terus berlanjut dan Federal Reserve AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga minggu ini untuk mengendalikan kenaikan harga.

Pekan lalu, indeks AS mengalami aksi jual besar-besaran, dengan Nasdaq yang sarat teknologi turun tajam.

Bitcoin dan cryptocurrency lainnya cenderung berkorelasi dengan saham dan aset berisiko lainnya. Ketika indeks ini jatuh, crypto juga turun

Sejak November 2021, sentimen telah berubah secara drastis mengingat kenaikan suku bunga Fed dan manajemen inflasi.

Kami juga berpotensi melihat resesi mengingat FED mungkin akhirnya perlu menangani sisi permintaan untuk mengelola inflasi, ”Vijay Ayyar, wakil presiden pengembangan perusahaan dan internasional di pertukaran crypto Luno.

"Semua ini menunjuk ke pasar yang belum sepenuhnya mencapai titik terendah dan kecuali The Fed dapat mengambil nafas, kita mungkin tidak akan melihat bullish kembali.” tambahnya.

Ayyar mencatat bahwa di pasar beruang sebelumnya, bitcoin telah turun sekitar 80 persen dari rekor tertinggi terakhirnya. Saat ini, turun sekitar 63 persen dari tertinggi terakhir sepanjang masa yang dicapai pada bulan November.

“Kita bisa melihat harga bitcoin yang jauh lebih rendah selama satu atau dua bulan ke depan,” kata Ayyar.

Penurunan harga Ethereum menyusul pengumuman dari pengembang yang memutuskan untuk menunda implementasi "difficulty bomb", yaitu cara untuk meningkatkan jaringan ethereum dari sistem proof-of-work ke proof-of-stake.

Harga Avalanche, Solada, dan Dogecoin turut anjlok hingga 20 persen. Akibatnya, total kapitalisasi pasar kripto pada Senin pagi waktu AS tercatat senilai 1,02 triliun dollar AS.

Padahal pada November 2021, kapitalisasi pasar kripto mencapai 3 triliun dollar AS. Harga kripto juga diprediksi anjlok lagi jika harga Ethereum terus susut hingga harga 1.200 dollar AS (Rp 17,7 juta).

"Jika Ethereum terus turun sampai 1.200 dollar AS, prospek altcoin lainnya jadi lebih suram," kata Antoni Trenchev, salah satu founder dan Managing Partner pinjaman kripto, Nexo.

Sementara itu, inflasi AS naik hingga 8,6 persen pada Mei tahun ini, tertinggi sejak Desember 1981. Angka ini melebihi prediksi ekonom bulan lalu yang menaksir inflasi mencapai 8,3 persen akibat tingginya harga makanan dan energi.

Kondisi ini juga mendorong bank sentral AS, The Fed untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih agresif.

The Fed ditaksir akan menaikan suku bunga acuan setengah poin menjadi 1,5 persen, setelah pertemuan yang bakal digelar Rabu (15/6/2022). Pada Mei lalu, The Fed juga sudah menaikan suku bunga setengah poin.

Naiknya suku bunga ini dinilai mendorong sejumlah investor melakukan aksi jual kripto dengan mengalihkan kepemilikannya ke aset yang lebih jelas ketimbang kripto.

Praktik tersebut menurut CoinMarketCap, telah memangkas lebih dari seperempat miliar dollar AS dari total nilai pasar kripto.

Tag : #bitcoin    #cryptocurrency    #crypto    #teknologi    #ethereum   

Baca Juga