Apa Itu IP Address? Ini Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Ilustrasi, foto: Mozila Blog

PARBOABOA - Apa yang dimaksud dengan IP Address? IP Address adalah istilah yang berkaitan dengan perangkat yang kamu gunakan sehari-hari seperti laptop, ponsel, PC hingga printer.

IP Address adalah singkatan dari Internet Protocol Address yaitu nomor pengenal ketika perangkat terhubung internet.

Internet membutuhkan IP Address untuk mengenali perangkat yang berbeda agar bisa bekerja dengan baik.

Kalau ingin tahu lebih lanjut mengenai IP Address beserta fungsi dan jenis-jenisnya, yuk simak artikel di bawah ini!

Pengertian IP Anddress

Intinya, IP Address berisi informasi lokasi dan membuat perangkat dapat diakses untuk komunikasi. Hal ini dikarenakan internet membutuhkan cara untuk membedakan antara komputer, router, dan situs web yang berbeda.

Oleh karena itu, untuk membedakan ketiganya, internet menggunakan alamat IP untuk mengidentifikasi.

Sementara alamat IP adalah pengidentifikasi yang memungkinkan informasi dikirim antar perangkat di jaringan. Biasanya, alamat IP berisi informasi lokasi, agar perangkat dapat diakses untuk komunikasi.

Setiap alamat IP, berisi serangkaian angka yang dipisahkan oleh titik dan dinyatakan dalam satu set empat angka.

Angka-angka yang berisi alamat IP berkisar antara 0 hingga 255, sehingga memungkinkan terdapat alamat IP 0.0.0.0 hingga 255.255.255.255. Contoh alamat IP lainnya adalah 192.158.1.38.

Fungsi IP Address

Saat Anda mengunjungi sebuah website, perangkat yang Anda gunakan perlu menemukan lokasi data website tersebut untuk kemudian mengambil datanya dan menyajikannya kepada Anda.

Pernah menuliskan alamat rumah lengkap dengan nomornya untuk menerima paket dari Ecommerce? Yap, seperti itulah kira-kira fungsi alamat IP ini.

Jadi, apabila diibaratkan, IP address adalah nomor rumah yang berfungsi untuk memastikan bahwa paket (data) dikirim ke rumah (perangkat) yang tepat.

Dengan kata lain, fungsi IP address adalah sebagai media komunikasi bagi suatu perangkat agar permintaan untuknya diarahkan ke tujuan yang tepat melalui jaringan.

Jenis-Jenis IP Address

IP Address rupanya terbagi menjadi beberapa jenis. Nah, jenis-jenis IP Address adalah:

  • IPv6

IPv6 adalah jenis IP Address terbaru yang dibuat karena kapasitas IP Address terdahulunya (IPv4) sudah semakin menipis. IPv6 terdiri dari 8 angka dengan panjang 128 bit dan berisi huruf A sampai

yang penulisannya dipisahkan menggunakan titik dua. Deretan karakter tersebut adalah representasi desimal dari 16 angka biner.

Dalam artian lain, IPv6 mampu menampung hingga 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 alamat karena banyaknya perpaduan angka dan huruf yang ada pada IP Address tersebut.

Contoh IPv6 adalah 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334. Agar lebih praktis, penulisan deretan angka 0 biasanya diganti menggunakan tanda titik dua sebanyak dua kali seperti 2001:0db8:85a3::8a2e:0370:7334.

Keuntungan IPv6 adalah IP Address berikut telah menggunakan IPsec (Internet Protocol Security) yang menawarkan integritas data, autentikasi dan kerahasiaan.

Tak lupa juga, IPv6 memiliki IP checksum yang mendukung multicast, di mana hal ini memungkinkan transmisi data yang bisa dikirim sekaligus ke beberapa tujuan sehingga lebih hemat bandwith jaringan.

  • IPv4

Yang perlu kamu ketahui selanjutnya dari jenis-jenis IP Address adalah IPv4. IPv4 adalah jenis alamat IP yang paling populer dan sudah dimanfaatkan sejak lama.

Jika IPv6 merupakan gabungan angka dan huruf, maka IPv4 hanyalah deretan angka sepanjang 32 bit di mana angka-angka tersebut merupakan representasi desimal dari 8 bit angka biner.

IPv4 terdiri 4 bagian (oktet) yang dipisahkan oleh tanda titik. Setiap bagian (oktet) bernilai 0 – 255 sebagai nilai maksimal.

Artinya, IP Address versi 4 berikut mempunyai rentang dari 0.0.0.0 hingga 255.255.255.255. Rentang ini pun akhirnya mampu menampung kurang lebih 4,3 miliar IP Address di seluruh dunia. Contoh IPv4 adalah 74.125.224.72.

Kelebihan dari IPv4 yakni prefiksnya cukup sederhana sehingga telah didukung oleh sebagian besar topologi jaringan.

  • Dedicated IP Address

Dedicated IP Address adalah alamat IP khusus yang dipakai oleh satu domain saja. Apabila websitemu menggunakan IP Address jenis ini, maka kamu bisa memperoleh sertifikat SSL (Secure Sockets Layer) yang berguna untuk enkripsi serta keamanan dan juga dapat menjalankan FTP (File Transfer Protocol) sendiri.

Selain itu, Dedicated IP Address adalah alamat IP yang membuat website bisa diakses menggunakan angka-angka bahkan sebelum mendaftarkan domainnya.

Dedicated IP Address adalah tipe alamat IP yang umumnya dimanfaatkan oleh pengguna Dedicated hosting maupun cloud VPS hosting.

  • Shared IP Address

Shared IP Address adalah kebalikan dari alamat IP dedicated. Sesuai namanya, shared IP Address bisa dipakai bersama oleh lebih dari satu nama domain.

Umumnya jenis ini dipakai pada server shared hosting yang penggunaanya saling berbagi sumber daya server. Keuntungan dari shared IP Address adalah biayanya tergolong lebih rendah.

  • Alamat IP Dinamis

Pernahkah kamu mengakses suatu website menggunakan alamat IP namun alamat IP tersebut berubah-ubah setiap hari atau minggunya? Jika iya, maka website tersebut artinya menggunakan alamat IP dinamis.

Ip Address dinamis menawarkan keamanan karena deretan angkanya selalu berganti-ganti sehingga tidak mudah ditebak dan mempersulit hacker mengakses jaringan interface.

Pergantian alamat IP akan dilakukan ketika terdapat penambahan perangkat baru ke jaringan, terjadi reboot pada perangkat ataupun perubahan pada konfigurasi jaringan.

  • Alamat IP Statis

Ada pula alamat IP statis yang tidak berubah-ubah rangkaiannya kecuali terdapat perubahan administrasi jaringan.

Siapa yang membutuhkan jenis IP Address berikut? Siapa saja, khususnya perangkat yang sering terhubung dengan jaringan pribadi dan website perusahaan.

Perangkat yang terhubung ke jaringan pribadi seperti printer tentunya memerlukan static IP supaya mudah digunakan. Tak lupa juga website perusahaan agar para klien bisa mendapat akses tetap ke web server dan emailnya.

Namun, kamu harus merogoh kocek sedikit lebih banyak untuk memperoleh IP Address statis dari penyedia layanan internet.

Public IP

Selanjutnya kamu akan mengenal jenis public IP. Contoh server yang memanfaatkan public IP Address adalah router WiFi, server email dan server website. IP Address ini dimiliki oleh seluruh perangkat yang telah terhubung ke jaringan internet.

Namun, untuk menggunakannya, kamu harus mendaftarkan diri terlebih dahulu ke Internet Service Provider atau penyedia layanan internet.

  • Private IP

Private IP Address adalah jenis IP yang dipakai oleh perangkat untuk berkomunikasi dalam jaringan lokal, sebut saja LAN atau Bluetooth. Contohnya yaitu penggunaan telepon gratis di hotel ataupun kantor. Jadi, alamat IP tersebut tidak bisa menghubungkan perangkat ke jaringan internet.

Demikianlah informasi seputar pengertian IP Address, fungsi, hingga jenis-jenisnya. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kamu!

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS