Apa itu Saraf Kejepit? Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Nyeri pada tulang belakang, terutama pada pinggang dan leher mungkin dapat sembuh dengan sendirinya. Tapi, kalian harus tetap waspada karena dapat saja nyeri tersebut adalah gejala dari saraf kejepit (Foto: Parboaboa/Felix)

PARBOABOA, Jakarta - Nyeri pada tulang belakang, terutama pada pinggang dan leher mungkin dapat sembuh dengan sendirinya. Tapi, kalian harus tetap waspada karena dapat saja nyeri tersebut adalah gejala dari saraf kejepit.

Apa itu saraf kejepit dan apa saja gejalanya? Yuk silakan kamu simak ulasan lengkapnya berserta penyebab dan cara mengobatinya.

Apa itu Saraf Kejepit?

Saraf terjepit atau hernia nucleus pulposus merupakan kondisi ketika bantalan antar-tulang belakang, yang lembut dan seperti agar-agar menonjol sehingga menekan saraf di sekitarnya. Saat alami saraf terjepit, tubuh bakal mengirimkan “sinyal” berupa nyeri.

Jika ini terjadi, kamu sebaiknya tidak meremehkannya, sebelum kerusakan saraf menjadi komplikasi. Komplikasi HNP yang dapat terjadi adalah sindrom cauda equina.

Gejalanya berupa kelemahan pada kedua tungkai, tidak dapat merasakan sentuhan, dan tidak dapat menahan atau mengontrol buang air. Kenali gejalanya, segera periksaan ke dokter jika mengalami tanda-tandanya

Gejala Saraf Kejepit

Gejala saraf kejepit umumnya muncul secara perlahan bahkan terkadang hilang lalu muncul lagi. Tingkat keparahan gejalanya juga tergantung posisi terjadinya. Berikut ini beberapa gejala umum saraf kejepit yang harus kamu ketahui:

1. Nyeri

2. Kesemutan seperti tertusuk-tusuk jarum dan kesentrum

3. Muncul rasa seperti terbakar

4. Muncul rasa kebas di kulit

5. Kaki atau tangan mengalami mati rasa

6. Tak bisa merasakan sensasi panas, dingin, nyeri, atau sentuhan di sekitar area kulit

7. Otot yang terkena menjadi lemah

Gejala bisa muncul disertai batuk, bersin atau mengejan. Jika kondisi sudah berat, gejala dapat muncul sampai kelumpuhan anggota gerak dengan gejala awal otot melemah sulit mengangkat lengan.

Penyebab Saraf Terjepit

Saraf kejepit terjadi karena saraf tulang belakang tertekan oleh pergeseran ruas tulang belakang. Lalu apa saja penyebab pergeseran tulang belakang itu hingga mengakibatkan saraf kejepit?

1. Posisi Duduk dan Tidur

Posisi duduk atau tidur yang salah dan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya saraf kejepit. Biasakanlah dududk tegak dengan menggunakan kursi yang menopang tulang belakang dengan baik. Begitu pula saat tidur, usahakan tulang belakang tetap berbentuk sesuai lekukannya.

2. Faktor Pekerjaan

Sering kali pekerjaan mengharuskan kita duduk atau berdiri terlalu lama, contoh supir, mengetik, desain grafis, editor video, pekerja pabrik. Carilah posisi paling nyaman dan sering-seringlah melakukan peregangan otot.

3. Usia

Usia yang semakin bertambah membuat kelenturan bantalan tulang belakang semakin berkurang dan rentan terhadap cedera. Meskipun begitu, kelompok usia mudah juga tetap mempunyai risiko.

4. Trauma

Trauma pada tulang belakang bisa terjadi karena banyak hal, mungkin cedera saat berolahraga, mengangkat benda berat, kecelakaan, mendorong mobil, jatuh dengan posisi duduk. Selain itu, riwayat trauma juga dapat menimbulkan saraf kejepit.

Faktor Risiko

Berikut beberapa faktor terjadinya saraf kejepit, antara lain:

1. Riwayat saraf kejepit pada keluarga

2. Obesitas atau berat badan berlebih membuat tekanan lebih besar pada tulang belakang

3. Gerakan mengangkat beban berat dengan posisi dan tumpuan yang salah

4. Gerakan menunduk dan berputar secara mendadal atau berulang

Cara Mengobati Saraf Kejepit

Gejala nyeri mungkin dapat saja hilang dengan sendirinya. Tapi, jika terjadi secara terus menerus, maka periksakan ke dokter untuk mengetahui apakah gejala tersebut berkaitan dengan saraf kejepit.

Berikut ini beberapa penanganan dan pengobatan saat diagnosis dokter mengarah pada saraf kejepit.

1. Istirahat

Hal paling pertama ketika merasa nyeri yang tajam adalah mengistirahatkan bagian tubuh tersebut, entah itu disebabkan saraf kejepit atau yang lainnya. Jika membutuhkan penanganan lebih, bisa menjalani tirah baring atau bed rest di rumah sakit.

2. Fisioterapi

Mintalah bantuan fisioterapi untuk menangani saraf kejepit. Mereka mungkin akan memberikan gerakan latihan, pijatan, saran pengguna alat, hingga modifikasi gaya hidup.

3. Obat

Obat-obatan yang diberikan bisa berupa analgesik dan NSAID yang dapat mengurangi rasa nyeri dan peradangan, obat pelemas otot, opioid, kortikosteroid. Obat bisa diberikan secara diminum atau disuntik.

4. Operasi

Operasi bedah dilakukan untuk pasien saraf kejepit yang sudah mengalami nyeri hebat secara terus menerus hingga 2-3 bulan dan tidak terobati dengan cara-cara di atas. Beberapa operasi bedah yang dilakukan adalah laminektomi dan disektomi.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS