Penulisan Astagfirullah yang Benar, Lengkap dengan Makna, Jenis dan Keutamaannya

Penulisan Astagfirullah yang Benar (Foto: Parboaboa/Lamsari)

PARBOABOA, Pematang Siantar – Astagfirulllah merupakan kalimat istigfar yang sesungguhnya sering terdengar dalam kehidupan sehari-hari. Pengucapan kalimat tersebut sangat penting dan mendatangkan banyak manfaat bagi umat Muslim.

Selain sebagai penyejuk hati, kalimat astagfirullah bisa mendekatkan seorang Muslim dengan Allah SWT. Ulama besar Quraish Shihab dalam buku Shihab & Shihab Edisi Ramadhan menjelaskan tentang hal tersebut.

"Kalau kita berkata astaghfirullah, saya memohon Allah memperbaiki keadaan saya. Kita ini banyak kekurangan, banyak kesalahan, mudah-mudahan Allah memperbaiki," kata Quraish Shihab.

Berdasarkan keutamaan itu, tentu sebagai umat Muslim kita harus mengucapkannya dengan benar. Agar lebih paham, berikut Parboaboa sudah merangkum dari berbagai sumber ulasan lengkap tentang astagfirullah, termasuk makna dan jenis-jeninya. Langsung simak ulasan di bawah ini ya.

Tentang Astagfirullah

Astagfirullah merupakan salah satu kalimat istimewa dalam Islam. Bacaan istigfar menjadi amalan ibadah atau perbuatan untuk meminta maaf atau memohon ampun kepada Allah SWT.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata astagfirullah adalah pertama semoga Allah mengampuni aku, kedua seruan untuk menyatakan rasa heran bercampur sedih, ketiga seruan untuk menyatakan rasa pasrah (penyerahan diri) kepada Allah supaya diberi ampun.

Mengucap istigfar merupakan perbuatan yang dianjurkan dan penting di dalam ajaran Islam. Dalam Al Quran Surat Al-Baqarah ayat 199, Allah SWT berfirman:

ثُمَّ اَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ اَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: "Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

Penulisan Astagfirullah yang Benar

Ucapan astagfirullah merupakan bahasa Arab yang diucapkan untuk menyatakan penyesalan setelah melakukan dosa. Untuk itu, Anda perlu mengetahui ucapan istigfar yang baik dan benar. Berikut ucapannya:

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Astaghfirullahal 'adziim

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."

Jenis-Jenis Kalimat Istigfar

Berikut beberapa jenis kalimat istigfar yang bisa dilafazkan umat Musim. Empat di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Istigfar Pendek

Bacaan ini biasanya digunakan Nabi Muhammad SAW setelah melaksanakan sholat

أستغفر الله

Astaghfirullah

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”

2. Istigfar Nabi sebelum Wafat

Rasulllah SAW senantiasa membaca istigfar. Bahkan sebelum wafat dan setelah menaklukkan Makkah atau Fathu Makkah. Nabi mengucapkan:

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Subhanallahi wabihamdih, astaghfirullaha wa atuubu ilaih

Artinya: “Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”

3. Istifgar Penghapus Dosa Besar

Dosa besar bisa diampuni Allah SWT dengan cara bertobat secara tulus dan diikuti dengan tekad yang kuat untuk tidak mengulang kembali perbuatan dosa. Lafaz istigfar yang bisa dibaca adalah sebagai berikut:

أستغفر الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم و أتوب إليه

Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.

Artinya :"Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya."

4. Doa Sayyidul Istigfar

Doa Sayyidul istigfar yang paling bagus adalah jika seseorang memulai dengan pujian kepada Allah, kemudian mengakui dosa-dosanya. Selain itu memohon ampunan Allah dari segala dosa. Imam Bukhari meriwayatkan dari Syaddad, Rasulullah SAW bersabda:

Kalimat sayyidul istighfar yang bisa diucapkan oleh seorang muslim adalah sebagai berikut:

للَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta Rabbi, La Ilaha illa anta, Khalaqtani wa ana abduka, wa ana ‘ala ahdika wa wa’dika, mas tatha’tu, audzu bika min syarri ma shana’tu, abu’u laka bi ni’matika wa abu’u laka bi dzanbi, faghfir li, fainnahu la yaghfirudz dzunuba illa anta,

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku telah dhalim kepada diriku dengan kedhaliman yang banyak dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. Ampunilah aku dengan ampunan dari-Mu dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Keutamaan Mengucapkan Astgfirullah

Kalimat astagfirullah memiliki beberapa keutamaan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana dijelaskan di atas, ucapan ini bisa mendekatkan diri kepada Allah. Berikut adalah beberapa keutamaan mengucapkan kalimat istigfar:

1. Meredakan rasa khawatir,

2. Mendekatkan diri kepada Allah,

3. Selalu berbuat baik,

4. Menjadi pribadi yang kuat dan sabar,

5. Mudah bahagia dan mendatangkan rezeki.

Akhir Kata

Arti dari astagfirullah sebagai kalimat istigfar tidak hanya terletak dari seberapa fasih umat Muslim mengucapkannya, melainkan juga seberapa paham kita menghayati dan mengamalkannya untuk selalu mengingat Allah SWT.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS